Rabu, 25 / November / 2020
Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Kekhawatiran akan Kejatuhan Perekonomian

| EKONOMI
Kamis, 21 Mei 2020 - 11:47:34 WIB
NEW YORK, RIAUSATU.COM-Harga minyak menguat pada perdagangan Rabu (20/5/2020) waktu setempat. Minyak mentah naik imbas kekhawatiran akan kejatuhan ekonomi dari wabah virus Corona atau Covid-19.

Minyak berjangka mulai menunjukan pemulihan usai sempat jatuh pada beberapa waktu lalu. Hal ini dikarenakan beberapa negara mulai mengurangi kelebihan pasokannya.

Melansir Reuters, Jakarta, Kamis (21/5/2020), sebagaimana dilansir okezone.com, minyak mentah brent ditutup naik USD1,10, atau 3,2% pada USD35,75 per barel. Sedangkan minyak mentah berjangka AS berakhir naik USD1,53, atau 4,8%, pada USD33,49.

Data administrasi informasi energi AS menunjukan persediaan minyak mentah AS turun 5 juta barel pekan lalu. Sementara pasokan di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman turun 5,6 juta barel.

"Yang dikonfirmasi oleh laporan ini adalah bahwa mimpi terburuk Anda - bahwa kita akan kehabisan ruang penyimpanan - mungkin tidak akan terjadi," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Continental Resources (CLR.N), salah satu produsen minyak terbesar AS, pada hari Rabu mendesak regulator energi Dakota Utara untuk melakukan intervensi di pasar minyak melalui langkah-langkah termasuk membatasi produksi.

Produksi di North Dakota telah turun lebih dari setengah juta barel per hari (bph) dan, bersama dengan pengurangan di Texas dan di tempat lain, membantu mendukung harga.

Permintaan bahan bakar telah meningkat karena pembatasan telah berkurang di seluruh dunia, dan data pengiriman menunjukkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu mematuhi janji mereka untuk memotong 9,7 juta barel per hari dalam pasokan.

Bensin dan persediaan sulingan AS naik minggu lalu, data menunjukkan, karena permintaan turun. Lemahnya keuntungan penyulingan minyak mentah dapat menunda pemulihan permintaan.

Kekhawatiran yang berkepanjangan tentang dampak ekonomi dari pandemi coronavirus, terutama di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, membatasi keuntungan. (dri)



DIBACA : 244 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved