Minggu, 18 / April / 2021
Area Konservasi di Riau Terbakar, Petugas Temukan Lahan Sawit dan Pondok

| PERISTIWA
Jumat, 02 April 2021 - 12:33:34 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Hampir 115 hektare kawasan bergambut di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, ludes terbakar. Kebakaran lahan karena diduga ulah manusia ini semakin kuat setelah petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menemukan kebun sawit di lokasi. Sebagian sawit itu ikut terbakar dengan semak dan hutan alam. Kini kebakaran lahan tersebut sudah padam.

Kepala Bidang II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro menyebut anggotanya di lokasi menemukan dua pondok. Pondok itu sudah disegel petugas dan menempel tulisan tanda berada di kawasan suaka margasatwa.

"Pemilik pondok harus merobohkannya dan di larang beraktivitas di sana, kalau tidak kami yang robohkan," kata Heru, Kamis (1/4). Dikutip dari Liputan6.com, sebagaimana dilansir merdeka.com.

Selain pondok, petugas juga memberi tanda ke pohon sawit di lokasi sebagai peringatan. Penanda itu juga sama dengan yang di pondok sebagai pernyataan berada di kawasan Giam Siak Kecil. "Luas kebun sawit yang ditemukan sekitar 3 sampai 4 hektare," terang Heru.

Heru mengatakan, lokasi dua pondok dan kebun sawit itu berdekatan dengan lokasi kebakaran. Oleh karena itu, petugas menyimpulkan kebakaran lahan terjadi karena upaya pembersihan. "Pembersihan sebagai persiapan membangun kebun di kawasan hutan," tegas Heru.

Heru sudah berkoordinasi dengan penegak hukum di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dia ingin penegak hukum mengusut siapa yang membuat kebun di suaka margasatwa.

"BBKSDA itu wewenangnya hanya persuasif, kalau penegak hukum refresif, kami masih menunggu tindak lanjut," jelas Heru.

Heru menyatakan, tidak boleh ada sawit di suaka margasatwa. Kalaupun masyarakat sudah berada di sana sebelum penetapan kawasan, Heru menyebut hanya boleh ditanam dengan pohon bernilai ekonomi.

"Itu sudah ada aturannya, namanya kemitraan konservasi tapi bukan sawit," tegas Heru.

Setelah kebakaran lahan hebat di sana, BBKSDA Riau meningkatkan patroli. Petugas juga memasang rambu-rambu di beberapa lokasi sebagai tanda kawasan itu merupakan hutan konservasi.

"Agar masyarakat tahu dan tidak berkebun lagi di sana," terang Heru. (dri)

DIBACA : 74 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved