Rabu, 25 / November / 2020
Rumah Karyawan PT Langgam Dijarah dan Dirusak Ratusan Orang

| PERISTIWA
Rabu, 21 Oktober 2020 - 12:49:22 WIB
BANGKINANG, RIAUSATU.COM-Sekelompok orang memaksa dan mengancam karyawan PT Langgam Harmuni untuk meninggalkan rumah mereka pada 15 Oktober 2020 kemarin di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Selain diusir, rumah karyawan juga dijarah ratusan orang tak dikenal.

Kuasa Hukum PT Langgam Harmuni, Patar Pangasian membenarkan adanya tindakan sekelompok orang tersebut. Ia mengatakan, peristiwa pengusiran itu terjadi disertai dengan pengancaman, penjarahan dan perusakan.

"Ada 210 orang karyawan yang menjadi korban dalam aksi yang dilakukan oleh sekitar 400 orang itu," ujar Patar, Rabu (21/10), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Menurutnya, ratusan orang yang melakukan pengusiran dan penjarahan harta serta aset perusahaan itu dikoordinatori oleh seseorang bernama Hendra dan Marvel. Patar menduga bahwa mereka adalah preman bayaran.

"Saat datang ke lokasi mereka langsung menarik pimpinan kebun Basken R. Manalu dan mengancam menggunakan senjata tajam serta benda tumpul dan meminta agar mesin genset listrik perumahan dimatikan," bebernya.

"Saat datang ke lokasi mereka langsung menarik pimpinan kebun Basken R. Manalu dan mengancam menggunakan senjata tajam serta benda tumpul dan meminta agar mesin genset listrik perumahan dimatikan," bebernya.

Ia menilai, permintaan genset dimatikan itu agar membuat lokasi menjadi gelap dan menghilangkan bukti foto dari karyawan. Serta membuat teror agar karyawan merasa takut.

Patar menyebutkan, Hendra merampas seluruh kunci perumahan dan memaksa karyawan meninggalkan area perumahan. Kala itu, Hendra Sakti bertanggung jawab penuh terhadap seluruh keadaan-keadaan dan kondisi perumahan tersebut.

Namun, setelah karyawan meninggalkan areal perumahan, kata Patar, massa di bawah komando Hendra dan Marvel justru melakukan pembongkaran dan penjarahan terhadap seluruh rumah karyawan PT. Langgam Harmuni. Berbagai alat elektronik, alat kerja panen sawit, binatang ternak, uang tabungan hingga perhiasan ludes dijarah.

"Karena ketakutan, karyawan melarikan diri dan mengungsi di aula Desa Pangkalan Baru. Mereka bertahan sehari semalam dalam kondisi cuaca hujan deras tanpa selimut dan makan," jelasnya.

Ia menilai, permintaan genset dimatikan itu agar membuat lokasi menjadi gelap dan menghilangkan bukti foto dari karyawan. Serta membuat teror agar karyawan merasa takut.

Patar menyebutkan, Hendra merampas seluruh kunci perumahan dan memaksa karyawan meninggalkan area perumahan. Kala itu, Hendra Sakti bertanggung jawab penuh terhadap seluruh keadaan-keadaan dan kondisi perumahan tersebut.

Namun, setelah karyawan meninggalkan areal perumahan, kata Patar, massa di bawah komando Hendra dan Marvel justru melakukan pembongkaran dan penjarahan terhadap seluruh rumah karyawan PT. Langgam Harmuni. Berbagai alat elektronik, alat kerja panen sawit, binatang ternak, uang tabungan hingga perhiasan ludes dijarah.

"Karena ketakutan, karyawan melarikan diri dan mengungsi di aula Desa Pangkalan Baru. Mereka bertahan sehari semalam dalam kondisi cuaca hujan deras tanpa selimut dan makan," jelasnya. (dri)

DIBACA : 54 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved