Jum'at, 02 / Oktober / 2020
Pakai Logo Uniseraya, PT DRT Diduga Tebang Hutan Negara di Riau Tanpa Izin

| PERISTIWA
Selasa, 15 September 2020 - 11:49:20 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Bermodalkan logo Uniseraya, PT Diamond Raya Timber (DRT) diduga telah menebang hutan negara di Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai, Provinsi Riau. Perusahaan yang beralamatkan di Jalan Bantaian Bangko, Kabupaten Rokan Hilir itu, dituding belum mengantongi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam (IUPHHK-HA) dari Menteri Kehutanan RI.

‘’Kita duga IUPHHK-HA PT DRT di Rohil dan Dumai, seluas 90.956 hektare secara definitif belum ditandatangani oleh Menteri Kehutanan RI. PT DRT saat ini baru hanya mengantongi SK 5910/Menhut-IV/BUHA/2014 yang dikeluarkan tanggal 24 September 2014, dan anehnya berlaku dari 27 Juni 2019 sampai 26 Juni 2074,’’ ujar pemerhati lingkungan, Tommy FM.

Kepada riausatu.com, Tommy mengatakan hasil investigasi di lapangan, hutan alam nyaris sebesar drum ditumbang. Untuk modus melindungi diri, PT DRT seperti sengaja membuat spanduk larangan, dengan menampilkan logo Uniseraya Group. "Anehnya, di dalam kawasan yang dilarang tersebut ada kebun sawit dengan dalih kemitraan. Lha, sawit itu milik siapa?," tanya Tommy.

Akibatnya, ungkap Tommy, masyarakat 10 desa di empat kecamatan Kabupaten Rokan Hilir menyatakan keberatannya terhadap sertifikasi yang diberikan Lembaga Ekolebel Indonesia kepada PT DRT, yang notabene anak perusahaan PT Panca Eka Bina Plywood Industry.

Hal inilah yang menyebabkan ricuhnya masalah lahan di Desa Sungai Tawar, Kecamatan Batu Teritip, Dumai, baru-baru ini. "Masyarakat mengalami kerugian karena kebun sawit dan tanaman keladi/talas mereka yang siap panen, dibuldozer, dirusak pihak PT DRT," sebut Tommy.

Terkait hal ini, Tommy meminta aparat penegak hukum (Gakkum) segera menangkap, mengamankan, dan menyegel kayu alam yang sudah ditumbang karena PT DRT belum mengantongi IUPHHK-HA definitif yang ditandatangani Menteri Kehutanan RI," pungkasnya.

Ketika dikonfirmasi riausatu.com via WhatsApp, Ahad (13/9/2020) malam, terkait tudingan bahwa PT DRT menebang hutan negara tanpa izin, pimpinan PT Uniseraya, Anas, membantah dirinya pemilik PT DRT. "Maaf bapak salah orang, saya bukan owner (PT DRT)," jawabnya. (zon)
DIBACA : 64 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved