Kamis, 21 / November / 2019
Rabu, 20 November 2019 - 14:05 WIB
Perusahaan APRIL/RGE Didesak Tuntaskan Ratusan Konflik Lahan
Selasa, 19 November 2019 - 14:45 WIB
Mobil Damkar Terjaring Razia Pajak Kendaraan
Petinggi Negara Disebut Terlibat Pembatalan Kuliah Umum UAS, Ini Kata UGM

| PERISTIWA
Jumat, 11 Oktober 2019 - 14:31:55 WIB
SLEMAN, RIAUSATU.COM-Kepala Bagian Humas dan Protokol Universitas Gadjah Mada (UGM), Iva Aryani, irit bicara terkait dugaan keterlibatan pejabat tinggi negara di balik pembatalan kuliah umum Ustaz Abdul Somad (UAS) di Masjid Kampus UGM, Sabtu (12/10).

"Saya tidak bisa berkomentar, karena memang nggak tahu," kata Iva saat ditanya detikcom terkait dugaan keterlibatan pejabat tinggi negara dalam proses pembatalan kuliah umum UAS. Hal itu disampaikan Iva di kantornya, Kamis (10/10/2019), sebagaimana dilansir detik.com.

Sebelumnya, dugaan keterlibatan petinggi negara ini diungkap Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Mashuri Maschab. Pejabat yang dimaksud ialah Mensesneg Pratikno. Menurut Mashuri, keterangan itu disampaikan oleh pimpinan kampus.

"Pak Djagal (Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM) nyebut Pak Tik (Pratikno). Saya akan mengatakan (ke Pratikno), 'tadi Pak Djagal menyebut-nyebut Pak Tik sebagai salah satu alasan', saya nggak percaya," ujar Mashuri.

"(Sosok alumni yang mendesak UGM) nggak disebut. Saya nanti mau WA ke Mas Tik (Pratikno), Mas Tik kan mahasiswa saya. Karena dia yang disebut, nama Pak Tik tadi (disebut). Nanti saya WA statement saya, saya kirim ke Mas Tik," sambungnya.

Selain nama Pratikno, lanjut Mashuri, pimpinan kampus juga menyebut nama Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. "Termasuk (Djagal) mengatakan Sultan ikut melarang, nggak percaya saya," terangnya.

Iva membenarkan telah ada pertemuan antara Mashuri dan Djagal kemarin. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UGM Bambang Agus Kironoto. Namun Iva tak mengetahui isi pembicaraannya.

"Jadi saya benar-benar tidak berada di ruangan itu, bagaimana pembicaraannya (di antara empat orang), dua takmir lalu Pak Djagal dan Pak Bambang. Apa yang terjadi di dalam ruangan itu kan saya juga tidak tahu. Saya tidak tahu pembicaraan itu," sebutnya.

detikcom sudah mencoba meminta konfirmasi kepada Djagal. Namun, saat ditemui di ruangannya, yang bersangkutan belum bersedia memberikan keterangan kepada media. (dri)

DIBACA : 96 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved