Kamis, 21 / November / 2019
Rabu, 20 November 2019 - 14:05 WIB
Perusahaan APRIL/RGE Didesak Tuntaskan Ratusan Konflik Lahan
Selasa, 19 November 2019 - 14:45 WIB
Mobil Damkar Terjaring Razia Pajak Kendaraan
Imigrasi Tolak Keberangkatan 130 WNI ke Luar Negeri Lewat Riau

| PERISTIWA
Selasa, 02 Juli 2019 - 11:27:18 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Imigrasi Indonesia menolak keberangkatan 130 WNI yang diduga calon TKI yang ingin pergi ke luar negeri melalui Provinsi Riau selama periode Januari hingga Juni 2019.

Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Riau, Mas Agus Santoso mengatakan, penolakan tersebut dikarenakan warga berencana untuk bekerja di negeri jiran yakni di Malaysia.

''Penolakan ini karena warga kita ditengarai akan menjadi tenaga kerja nonprosedural di negara lain,'' kata Mas Agus Santoso, di Pekanbaru, mengutip Antaranews, Selasa (2/7/2019), dilansir okezone.com.

Penolakan keberangkatan itu terjadi di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI). Riau memiliki delapan TPI dan penolakan keberangkatan paling banyak terjadi di TPI Kota Dumai.

Di Dumai tercatat ada 122 warga WNI yang ditolak ketika ingin ke luar negeri. Sedangkan di Pekanbaru ada tujuh orang dan satu orang di TPI Selatpanjang.

''Dumai paling banyak kemungkinan karena lokasinya paling dekat ke Malaysia,'' katanya.

Selama ini Kota Dumai menjadi akses paling diminati sebagai pintu ke luar dan masuk WNI ke negeri jiran. Sayangnya, akses itu banyak digunakan WNI pergi ke Malaysia sebagai turis, namun kemudian mencari kerja di sana tanpa mengantongi izin kerja dari pemerintah setempat.

Hal ini yang membuat banyak tenaga kerja nonprosedural yang kerap dideportasi oleh pemerintah Malaysia. Proses deportasi tenaga kerja nonprosedural dari Malaysia juga melalui pelabuhan di Dumai.

Seperti pada 1 Juni 2019, sebanyak 81 tenaga kerja Indonesia dideportasi mandiri atau dengan biaya sendiri dari Malaysia lewat Pelabuhan Internasional PT Pelindo I Dumai.

Puluhan warga Indonesia bermasalah tersebut dipulangkan dari Pelabuhan Port Dickson Malaysia. Mereka berasal dari berbagai daerah dengan kondisi sempat menjalani hukuman di sebuah Kamp di Machap Umboo, Malaka.

Untuk dapat pulang ke Indonesia, puluhan TKI tersebut harus mengeluarkan biaya 135 Ringgit Malaysia yang diperoleh dari sumbangan teman dan keluarga. Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur membantu pengurusan dokumennya. (dri)

DIBACA : 17606 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved