Rabu, 22 / Januari / 2020
Kasus Aseng Dieksekusi, Ini Pernyataan Pimpinan DPRD Riau

| DPRD PROV. RIAU
Kamis, 17 November 2016 - 18:09:27 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Pimpinan DPRD Riau menyatakan prihatin anggota dewan provinsi setempat Siswaja Muljadi alias Aseng dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung dengan hukuman satu tahun penjara dalam kasus pembukaan lahan tanpa izin di Kabupaten Rokan Hilir.

''Kita selaku rekan prihatin kawan kita mengalami kondisi seperti itu. Kita tahu persoalannya sudah selesai, tapi tiba-tiba sudah ada saja keputusan yang berkekuatan hukum tetap,'' kata Wakil Ketua DPRD Riau, Manahara Manurung di Pekanbaru, Kamis.

Meski begitu, kata dia, dia menghormati putusan tersebut karena sebagai warga negara dan pejabat publik haruslah patuh hukum. Selaku rekan sesama daerah pemilihan Rokan Hilir, dia berharap Aseng tabah menghadapinya.

Terkait akan adanya Pergantian Antar Waktu atau PAW, dia mengatakan hal itu tergantung pada fraksi yang bersangkutan yakni Gerindra apakah diganti atau tetap. Selanjutnya itu juga tergantung peraturan Partai Gerindra apakah punya toleransi terhadap kadernya yang mengalami hal seperti itu.

''Tapi harus sesuai aturan berlaku, kalau PAW prosesnya dilaporkankan partai ke Komisi Pemilihan Umum. Lalu KPU memberitahukannya ke DPRD,'' ulasnya, sebagaimana dilansir Antara.

Aseng diketahui telah dieksekusi pihak Kejaksaan Negeri Rokan Hilir dan dititipkan ke Rumah Tahanan Negara Cabang Bengkalis di Bagansiapiapi, Rohil, Jumat (11/11). Aseng dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2510.K/PID.SUS/2015 tanggal 31 Agustus 2016.

Dalam putusan tersebut, Aseng dinyatakan bersalah dalam membuka perkebunan sawit karena tidak memiliki izin usaha perkebunan. Karenanya, Aseng dipidana selama 1 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra Sejahtera DPRD Riau, Husni Thamrin juga mengaku prihatin atas putusan tersebut. Menurutnya saat ini Aseng dibutuhkan untuk membantu pekerjaan dewan. Jika betul sudah dipenjara dan berkekuatan hukum tetap, hal itu diserahkan ke partai.

''Apa sikap partai itulah sikap kita. Di-PAW atau tidak itu bukan domain kita, kita menunggu partai,'' ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerindra Riau, Eddy Tanjung mengaku belum menerima surat pemberitahuan dari instansi terkait. Untuk itu, Edy Tanjung menegaskan kalau pihaknya belum menentukan sikap terkait status Aseng di DPRD Riau dan selaku kader Partai Gerindra.

''Kan kejadiannya baru. Jadi kita lihat dulu. Kalau nanti peraturan mengharuskan di-PAW, kita PAW. Kita dasarnya undang-undang saja,'' tutur Anggota DPR RI asal Riau ini. (dri)

DIBACA : 2450 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved