Kamis, 05 / 08 / 2021
Selasa, 03 Agustus 2021 - 10:52 WIB
Pendaftar CPNS Jangan Lakukan Ini, Pokoknya Jangan!
Selasa, 03 Agustus 2021 - 10:43 WIB
Harga Minyak Brent Turun Akibat Kasus Covid-19
Paksa Ahok Beli BUMN Sakit, Yusri Usman Sebut Andre Rosiade Sok Hebat!

| NASIONAL
Senin, 12 Juli 2021 - 13:57:39 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM – Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman menyesalkan sikap Andre Rosiade, anggota Komisi VI DPR RI yang terkesan mengintervensi Pertamina melalui Menteri BUMN Erick Tohir agar segera mengakuisisi PT Rekayasa Industri (Rekind).

“Andre Rosiade anggota Komisi VI DPR RI dari Partai Gerindra, sok hebat, menekan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, supaya Pertamina akuisisi BUMN sakit,” ujar Yusri Usman, melalui keterangan tertulisnya yang diterima media siber ini, Senin (12/7/2021).

Bisa jadi, sebut Yusri Usman, sikap sok hebat itu karena Andre sangat minim pemahaman atas kondisi kesehatan keuangan PT Rekind yang merupakan anak usaha holding PT Pupuk Indonesia itu sejak lama sudah berdarah-darah.

Menurutnya, Andre juga terlihat minim pemahaman bahwa Pertamina punya banyak beban penugasan dari Pemerintah maupun beban akibat proses bisnis masa lalu yang membebani keuangan Pertamina jangka panjang.

 “Akibatnya, manajemen risiko Pertamina akan memberikan pertimbangan bagi Dewan Direksi dan Dewan Komisaris,” beber Yusri Usman.

Seperti diberitakan, rencana akuisisi PT Rekind oleh Pertamina kembali disampaikan Andre Rosiade dalam rapat DPR RI Komisi VI dengan Menteri BUMN Erick Tohir, Kamis (8/7/2021).

Andre Rosiade kembali menyoal rencana akuisisi PT Rekayasa Industri oleh Pertamina sejak tahun 2018 hingga saat ini belum terealisasi.

Dijelaskan Yusri Uman, sangat benar dan wajar jika Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina tidak mudah di intervensi, karena dia juga harus menjaga kepentingan Pertamina agar tetap eksis bisa melayani kepentingan orang banyak.

“Sekaligus Pertamina bisa memberikan kontribusi labanya bagi pemerintah, yaitu dengan menentang desakan bahwa Pertamina harus segera mengakuisisi PT Rekind, meski Kementerian BUMN telah meminta sejak tahun 2018,” tukasnya.

Yusri menegaskan, sinergi antar BUMN tak perlu harus dengan proses akuisisi, bisa juga strategi patner.

Motif Andre Rosiade
Hal ini kata Yusri merujuk terbitnya Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-07/MBU/IV/2021 yang diteken Erick Thohir merupakan perubahan kedua atas PER-03/MBU/08/2017 tentang Pedoman Kerja sama BUMN.

“Sehingga, motif Andre patut dipertanyakan dengan mengeluarkan narasi provokatif ‘bagaimana perkembangannya Pak Menteri? Jadi jangan sampai kalah wibawanya Kementerian BUMN oleh satu orang Komisaris Pertamina’,” kata Andre dalam rapat saat itu.

Seharusnya Andre, lanjut Yusri, perlu membaca dulu UU Perseroan Terbatas, bahwa komisaris itu merupakan perpanjangan tangan pemegang saham dalam perseroan untuk mengawasi pelaksanaan tugas direksi menjalankan roda perseroan sesuai AD Perseroan dan Keputusan RUPS in casu Pemerintah RI cq Menteri BUMN.

Pada 16 September 2020, Andre juga mendesak Presiden Jokowi dan Erick Tohir agar mencopot Ahok dari Pertamina, “Apakah desakan itu karena ketidaktahuannya itu?,”kata Yusri sengit.

Bahkan saat itu, Andre kata Yusri menuduh Ahok ini bikin gaduh dan cenderung tanpa dasar bikin pernyataan: ’Saya Paham Pak Ahok butuh panggung, tapi tolong jangan menimbulkan citra negatif bagi Pertamina, jangan kebanyakan bacot’ kata Andre ditirukan Yusri.

“Hemat saya, karena Andre memang minim pemahamannya soal adanya investasi participacing interest pada blok migas di luar negeri itu yang kental dengan masalah.

Termasuk ketidak-sesuaian apa yang telah diinvetasikan dengan penerimaan yang diperoleh Pertamina dalam bentuk minyak mentah atau dalam bentuk penerimaan uang,” beber Yusri.

Anggota DPR Pelupa
Andre kata Yusri mungkin sudah tidak mampu mengingat atau lupa, bahwa sosok Ahok itu adalah orang yang tidak menuhankan jabatan, maka bersikap keras dan tegas dia dalam membenahi proses bisnis di Pertamina.

“Dia (Ahok) bekerja semata mata hanya untuk kepentingan nasional, jauh dari kepentingan pribadinya. Seharusnya Andre jangan lupa, meskipun risiko besar yang telah dan akan dihadapi Ahok, tetapi dia tidak akan peduli karena demi kebaikan Pertamina,” bebernya.

Sebaliknya, harus dipertanyakan apa motif Andre mendesak-desak Pertamina mengakuisisi Rekind dengan hanya alasan ada proyek pembangunan kilang Olefin TPPI bernilai sekitar Rp50 triliun.

“Apa si Andre ini tidak paham bahwa pelaksanaan proyek RDMP kilang Pertamina Balikpapan terseok-seok jalannya, bahkan sedang diaudit investigasi oleh BPKP karena ada kecurigaan adanya peningkatan nilai proyek melebihi 10 % dari nilai kontrak. Dari sudut pasal 53 dari Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang Jasa telah terjadi pelanggaran kah?” sergah Yusri.

Yusri pun meminta agar Andre memahami bahwa PT Rekind telah meninggalkan jejak buruk pada pelaksanaan proyek ROPP Kilang Balongan pada tahun 2008- 2012 lantaran dari temuan BPK RI akibat keterlambatan itu, Pertamina kehilangan pendapatannya USD 43,58 juta dari awal temuannya senilai USD 139,11 juta.

“Ironisnya sudahlah terlambat penyelesaian lebih setahun dari target, informasinya target produksinya pun hanya sekitar 60 % hingga 70 % dari kapasitas terpasang. Oleh sebab itu, jika saya jadi ketua umum Partai Gerinda, maka si Andre ini akan saya PAW-kan segera, karena menurut saya, dia lebih cocok sebagai pebisnis daripada wakil rakyat,”pungkas Yusri. (rs1)

DIBACA : 110 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved