Rabu, 16 / Juni / 2021
Operasi Ketupat 2021 Digelar Serentak se-Indonesia

| NASIONAL
Rabu, 05 Mei 2021 - 22:23:57 WIB
PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Hari ini, Rabu (5/5/2021) serentak se-Indonesia dilaksanakan Apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2021. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi ketupat 2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personil maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda dan Mitra Kamtibmas lainnya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan selama 12 hari dimulai pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Berkaitan dengan hal tersebut, dalam amanat Kapolri menjelaskan, pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H.

"Saya perintahkan kepada petugas di lapangan untuk mengawasi pelaku perjalanan internasional secara ketat. Pastikan pelaksanaan karantina di tempat yang telah ditunjuk sesuai dengan manifest pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia," kata Kapolri dalam amanatnya.

Tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya covid-19.

Pada operasi ketupat tahun 2021, substansi dari kebijakan pelarangan mudik oleh pemerintah adalah mencegah terjadinya penyebaran covid-19 agar tidak terjadi klaster-klaster pada saat kegiatan di bulan suci ramadhan seperti klaster pesantren, klaster mudik, klaster ziarah, klaster taraweh, dan sebagainya. Namun pada kenyataan banyak masyarakat yang melaksanakan mudik mendahului atau "curi start mudik".

Selain itu, peningkatan aktifitas masyarakat pada bulan ramadhan, menjelang, pada saat, dan pasca hari raya idul fitri tentu saja sangat berpotensi meningkatkan penyebaran covid-19 khususnya di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata, dll.

Berkaitan dengan hal tersebut, perlu adanya pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan di daerah tujuan mudik, sentra perekonomian dan keramaian dengan mempedomani surat telegram kapolri nomor: st/949/v/ops.2./2021 tentang upaya mencegah terjadinya peningkatan penyebaran covid- 19 menjelang, pada saat, dan pasca hari raya Idul Fitri 1442 H, dengan langkah sebagai berikut yakni Mendirikan posko terpadu bersama dengan satgas covid-19 dan stakeholder terkait yang memiliki kelengkapan pemeriksaan swab antigen dan ruang isolasi sementara di sentra-sentra ekonomi, Melakukan koordinasi dengan satgas covid-19 dan pengelola gedung untuk membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas yang ada dan pastikan sistemnya, siapkan petugas untuk menghitung jumlah pengunjung yang masuk, Melakukan patroli gabungan secara periodik untuk memastikan tidak terjadi kerumunan di sentra perekonomian dan keramaian, sekaligus lakukan imbauan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Untuk menghindari penumpukan pengunjung, berlakukan one gate system pada akses pintu masuk maupun keluar, lakukan koordinasi dengan pihak pengelola untuk mendirikan posko di pusat perekonomian dan keramaian, Berkoordinasi dengan satgas covid-19 untuk melaksanakan swab antigen secara acak dan melakukan pembagian masker, Melakukan upaya penegakan hukum protokol kesehatan dengan tim pemburu covid-19, Melakukan upaya penertiban kerumunan dengan memberikan sanksi berupa teguran, lisan, fisik maupun denda administratif, Khusus kepada wilayah yang menerapkan PPKM Mikro agar memperkuat peran dan fungsi posko PPKM Mikro seperti kewajiban untuk melapor bagi tamu, memastikan pelaksanaan isolasi mandiri bagi tamu, mengecek ketersediaan alat swab antigen dan melaksanakan fungsi 3T.

Pada wilayah zona merah dan orange lakukan koordinasi dengan satgas covid-19 untuk menutup tempat wisata dan tempat umum lainnya yang tidak esensial, Berikan bantuan sosial sesuai dengan pemetaan sosio ekonomi masyarakat, Untuk daerah yang menjadi sasaran mudik agar meningkatkan dukungan terhadap program vaksinasi massal khususnya di wilayah Jabodetabek, Jawa dan Bali.

Di Riau itu sendiri, Gubernur Riau Syamsuar telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 80/SE/HK/2021 dan Imbauan Nomor 339/HK/1132 Tentang Larangan Mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 M Dalam Masa Pandemi Covid-19 di Riau.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Riau kepada awak media berharap kepada seluruh masyarakat Riau dapat mematuhi imbauan pemerintah ini agar tidak mudik.

"Karena sudah dimulai penyekatan-penyekatan di semua wilayah, baik di Kota Pekanbaru maupun di Kabupaten di Riau. Bahkan telah disiapkan penyekatan di luar Provinsi Riau," kata Gubri usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2021 di Mapolda Riau, jalan Pattimura, Pekanbaru.

Diakui Gubri, ia telah menerima surat imbauan dari Gubernur Lampung agar masyarakat Riau yang berangkat melalui jalan darat melalui Lampung tidak bisa dilewati.

"Jadi saya sampaikan kepada kita semua, patuhilah apa yang menjadi instruksi pemerintah ini. Karena ini semua dalam rangka untuk membatasi penularan covid-19 yang ada di daerah kita ini," sebut Gubri.

Untuk silaturrahmi, harapnya, melalui virtual yang bertujuan agar kita semua selamat dari covid-19.

Syamsuar juga menegaskan bahwasanya tempat wisata dilarang buka, apalagi dalam zona merah dan zona orange.

Syamsuar berharap, masyarakat bisa mematuhi aturan yang ada.

"Karena kita tidak ingin nanti tempat wisata yang begitu ramai, pada akhirnya nanti dapat menularkan kepada saudara-saudara kita yang lain," kata Gubri Syamsuar.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyebutkan, sebanyak 200 personil gabungan disiagakan untuk pengamanan operasi ketupat Lancang Kuning 2021 serta menggerakkan 1006 personil Bhabinkamtibmas berada di Posko PPKM masing-masing.

Menurut Kapolda Riau, Operasi Ketupat Lancang Kuning 2021 yang mana operasi ini di hari-hari biasa untuk memperlancar mudik, tapi tahun ini sebagaimana sudah diatur oleh ketentuan dan kemudian telah dikeluarkan instruksi untuk tidak melaksanakan mudik.

"Kita semua mengharapkan masyarakat bisa bekerjasama untuk tidak melaksanakan mudik dan kita juga ingin menggelar suatu kegiatan operasi dalam rangka untuk mencegah penularan covid-19 ini merebak di Riau. Dan kita juga mengambil langkah-langkah untuk penanganannya terkait dengan banyaknya pasien yang terindikasi covid-19 yang kemudian dirawat di rumah sakit. Kita bersama-sama dengan Satgas dan bapak Gubernur akan bersama-sama dalam pelaksanaan operasi ini," ujarnya.

Kapolda Riau juga menjelaskan, sudah ada 54 pos penyekatan di Riau.

"Dan tentu akan disesuaikan nantinya penambahan atau pengurangannya. Namun kita akan operasionalkan pos penyekatan ini sebagaimana instruksi dan aturan yang berlaku bahwa seluruh Moda Transportasi itu hanya yang dikecualikan boleh jalan. Dan tentu ini akan dipatuhi. Bagi yang masih membandel, kita ambil tindakan tegas namun humanis. Sanksinya sudah diatur sebagaimana aturan yang ada," terang Irjen Agung.

Turut hadir Kapolda Riau, Danrem 031 Wira Bima, Ketua DPRD Riau, Kajati Riau. (ift)

DIBACA : 199 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved