Selasa, 02 / Maret / 2021
Survei Indikator: Sekitar 40 Persen Gen Z Tak Bersedia Divaksin

| NASIONAL
Senin, 22 Februari 2021 - 14:54:05 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Lewat hasil survei Indikator Politik, generasi Z atau anak-anak muda kelahiran 1996-2015 terpantau banyak yang emoh divaksinasi COVID-19. Kenapa ya?

Generasi yang 'dibesarkan langsung' oleh teknologi ini ternyata punya persentase yang cukup besar dalam hal ketidakmauan untuk divaksinasi. Persentase gen Z yang tidak bersedia divaksinasi memang tidak sampai melampaui persentase gen Z yang bersedia. Namun angka gen Z yang tidak mau divaksinasi cenderung lebih besar ketimbang generasi di atasnya, termasuk generasi milenial yang menjadi kakaknya.

Survei Indikator Politik dilakukan pada 1-3 Februari. Hasil survei bertajuk 'Siapa Enggan Divaksin?' dipresentasikan oleh Direktur Eksekutif Burhanuddin Muhtadi pada Minggu (21/2) kemarin.

Berikut ini hasil survei yang memuat data soal generasi Z, yakni generasi berumur kurang dari 21 tahun dan berumur 22-25 tahun, sebagaimana dilansir dari detik.com:

1. Kesediaan divaksin

< 21 tahun
Bersedia: 54,5%
Tidak bersedia: 45,5%
Tidak tahu/tidak menjawab: 0%

22-25 tahun
Bersedia: 45,1%
Tidak bersedia: 43,9%
Tidak tahu/tidak menjawab: 10,9

26-40 tahun
Bersedia: 55,9%
Tidak bersedia: 40,4%
Tidak tahu/tidak menjawab: 3,8%

41-55 tahun
Bersedia: 53,6%
Tidak bersedia: 42,6%
Tidak tahu/tidak menjawab: 3,7%

> 55 tahun
Bersedia: 61,0%
Tidak bersedia: 34,1%
Tidak tahu/tidak menjawab: 4,9%

2. Bersedia membayar vaksin? (Pertanyaan khusus untuk yang bersedia divaksin)

< 21 tahun
Bersedia: 23,7%
Tidak bersedia: 63,4%
Tidak tahu/tidak menjawab: 12,9%

22-25 tahun
Bersedia: 25,1%
Tidak bersedia: 74,9%
Tidak tahu/tidak menjawab: 0%

26-40 tahun
Bersedia: 23,7%
Tidak bersedia: 68,7%
Tidak tahu/tidak menjawab: 7,6%

41-55 tahun
Bersedia: 21%
Tidak bersedia: 75,2%
Tidak tahu/tidak menjawab: 3,8%

> 55 tahun
Bersedia: 26,6%
Tidak bersedia: 67,9%
Tidak tahu/tidak menjawab: 5,4%.

Dalam survei yang dilakukan via telepon ini, ada 1.200 responden yang terlibat. Mereka dipilih secara acak dari kumpulan sampel yang dipunyai Indikator Politik untuk survei Maret 2018 hingga Maret 2020. Sampel diambil dari semua provinsi di seluruh Indonesia.

Toleransi kesalahan (margin of error/MoE) ±2.9%. Tingkat kepercayaan 95%.

"Secara umum, mayoritas warga bersedia untuk diberi vaksin COVID-19 di hampir semua basis demografi, kecuali kelompok usia 22-25 tahun dan kelompok pendidikan SLTP," demikian paparan Burhanuddin Muhtadi selaku Direktur Eksekutif Indikator Politik.

Dalam acara paparan hasil survei ini, hadir pula kepala daerah, salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia mengomentari soal kecenderungan gen Z ini.

"Kalau tadi ambil contoh misalnya usia generasi Z 22-25 itu bukan milenial, itu generasi Z, itu tingkat nggak maunya tinggi, berarti harus cari cara mengkomunikasikan ke kelompok usia itu dengan sebuah metode," kata Ridwan Kamil. (dri)

DIBACA : 123 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved