Senin, 25 / Januari / 2021
Batang Agam Masih Dikelola Pusat, Wako Riza: Kalau Ada Pungli Laporkan Saja ke Polisi

| NASIONAL
Senin, 23 November 2020 - 15:18:24 WIB
PAYAKUMBUH, RIAUSATU.COM-Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi masygul menyusul mencuatnya isu yang menyebutkan terjadinya praktek pungli (pungutan liar) di kasawan Batang Agam, seperti memungut uang parkir kendaraan bermotor secara ilegal, dan lainnya. Bahkan ada di antara isu yang menyatakan, praktek pungli dilakukan oleh Wali Kota melalui aparat di lingkup Pemko Payakumbuh. “(Tuduhan) itu sangat menyakitkan,” tandas Wako Riza.

“Ya, ada beberapa yang menulis di laman medsos pribadi masing-masing, dan kami minta membuktikan (tuduhan) itu. Kalau nggak, tentu akan kami laporkan ke polisi,” ujarnya lagi. Yang disesalkan, menurut Wako Riza, tuduhan yang sangat tendesius itu tidak pernah dikonformasikan ke pihak terkait di jajaran Pemko Payakumbuh, dan cendrung hanya berdasarkan pertimbangan bersperspektif dangkal seperti kebencian akibat yang menulis kurang disapa.

Wako Riza mengaku tahu siapa yang menulis itu, dan kalau mau bisa saja dilaporkan ke polisi. Mantan senator dari Daerah Pemilihan Sumbar itu berpendapat, kalau tudingan pungli di Batang Agam itu benar adanya dan didukung oleh bukti-bukti yang kuat secara hukum,  “Kenapa tidak dilaporkan saja ke polisi?” tanyanya lagi.
Sepanjang yang diketahui  Wako Riza,. yang memungut parkir di kawasan Batang Agam adalah pemuda di sana, dan sebagian disetor ke oknum dari insitusi tertentu. “(Soal ini) saya tidak tahu urusannya bagaimana,” kata Riza.

Yang bisa dipastikan Wako Riza hanya satu, yaitu semua aktifitas di kawasan Batang Agam –termasuk urusan parkir—sejauh ini masih digratiskan oleh Pemko Payakumbuh. “Tapi kalau masih ribut-ribut juga, ya, sebaiknya untuk sementara waktu kita tutup saja dulu kawasan itu sampai diserahkan urusannya ke pemko,” ungkapnya. Wako Riza tak mau seperti pameo yang mengatakan, maompang indak, manimbo indak, sato pulo makan.

Wako Riza juga menjelaskan, sejauh ini proyek di kawasan Batang Agam itu masih dikelola oleh pemerintah pusat melalui Kementerian  PUPR, yang pelaksanaanya di lapangan dilakukan oleh Balai Air dan Sungai, yang perwakilannya berkantor di Padang. Alasannya, menurut Wako Riza, pengerjaan fisik proyek Batang Agam belum selesai, dan belum bisa dilakukan penyerahan pengelolaannya ke Pemko Payakumbuh.

“Tugas kami di Pemko Payakumbuh hanya membebaskan tanah, sementara kegiatan pembangunan fisik ditangani oleh pemerintah pusat,” terangnya. “Namun  berhubung sebagian dari proyek Batang Agam yang sudah selesai sudah dimanfaatkan warga, sementara urusannya belum diserahkan pada kami, maka kami mau tidak mau merawatnya,” ungkap Riza, yang memimpin langsung perawatan kawasan itu dengan menanam pohon, merawat, dan memotong rumput.

“Banyak warga yang berjualan menjadi saksi. Kalau tidak dirawat, tentu sudah jadi rimba baru, padahal kita sudah diberi sesuatu yang bagus, dan wujud terimakasih dan syukur kita, ya, dengan cara merawatnya sebaik mungkin,” tutupnya. (dri)

DIBACA : 71 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved