Rabu, 27 / Januari / 2021
Masalah Sampah hingga Berulat Sampai Saling Tuding Para Pejabat

| OTONOMI
Jumat, 08 Januari 2021 - 13:26:19 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Permasalahan sampah di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mengkhawatirkan. Sampai-sampai, tumpukan sampah mengeluarkan bau busuk dan mulai berulat. Para pejabat saling menuding atas persoalan ini.

Pantauan detikcom, pada Selasa (5/1), tumpukan sampah itu terlihat di Pasar Pagi Arengka. Sampah itu sudah dalam kondisi membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Tak hanya di satu titik itu saja, ada pula tumpukan sampah di beberapa jalan protokol yang dijuluki Kota Madani.

Kemudian hari ini, Rabu (6/1), detikcom melihat lagi tumpukan sampah di sekitar rumah dinas Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Terlihat sampah berserakan di bagian luar pagar rumah dinas Syamsuar. Sampah-sampah itu kebanyakan berupa plastik.

Lalu, ada juga terlihat di beberapa jalan protokol Kota Pekanbaru. Mulai dari Jalan Arengka, Jalan Tambusai, Jalan Sudirman, hingga Jalan Tuanku Tambusai. Tumpukan sampah ini mulai mengeluarkan bau tak sedap. Apalagi, saat ini sudah masuk musim hujan.

Yang terkini, pantauan detikcom, Kamis (7/1), tumpukan sampah terlihat ada di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai, Arengka, dan Sudirman. Selain itu, tumpukan sampah masih terlihat di sepanjang Jalan Diponegoro.

Tumpukan sampah di sekitar rumah dinas Gubernur Riau Syamsuar sudah diangkut. Tidak ada lagi sampah berserakan di luar pagar rumah dinas orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning ini.

Bukan hanya menumpuk, sampah-sampah rumah tangga itu bahkan mengeluarkan bau tak sedap. Lalat dan ulat mulai terlihat di tumpukan sampah paling bawah.

"Semakin lama tidak diangkut ya semakin busuk," kata seorang warga, Abdul Salam, di Jalan Diponegoro, sebagaimana dilansir detik.com.

Tumpukan sampah sudah ada sejak awal 2021. Para pekerja dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota menilai tumpukan terjadi karena mereka tak lagi diperpanjang kontraknya.

"Akibat keputusan itu, ratusan pekerja di DLHK kehilangan pekerjaan. Dampaknya ekonomi semakin sulit dan kebutuhan keluarga terancam tak tercukupi. Termasuk banyak sampah," kata koordinator aksi, Herning Perwira, saat demonstrasi di depan kantor DLHK Pekanbaru kemarin.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi tak banyak bicara saat ditanya persoalan sampah. Ayat mengaku sempat menggelar rapat bersama Wali Kota Pekanbaru Firdaus pada Rabu (6/1). Namun, katanya, rapat itu tidak membahas masalah sampah.

"Dengan Wako hanya rapat vaksin COVID. Coba tanya langsung beliau (Wali Kota)," kata Ayat saat dihubungi, Kamis (7/1).

Sedangkan, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution 'menunjuk hidung' Pemkot Pekanbaru soal penuntasan masalah sampah itu.

"(Urusan) sampah ke kota saja," kata Edy saat ditemui di gedung daerah Balai Pauh Janggi seusai rapat penanganan COVID-19, Kamis (7/1).

Edy enggan mengomentari masalah tumpukan sampah yang sudah sepekan berserakan di Pekanbaru. Sampah-sampah itu bahkan mulai mengeluarkan bau busuk hingga berulat.

Masalah sampah ini juga menjadi sorotan Dewan. Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani menyoroti persoalan sampah di Pekanbaru yang membuat resah masyarakat. Dia meminta pengelolaan sampah dialihkan ke kecamatan dan lurah.

"Kami sangat menyesalkan ini, apalagi soal sampah ini sudah terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya. Kalau kami lihat ini cukup dari kecamatan dan kelurahan yang menangani soal sampah," kata Hamdani. (dri)

DIBACA : 76 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved