Senin, 26 / Oktober / 2020
Tim PSBM Marpoyan Damai akan Berlakukan Sanksi Tegas bagi Pelanggar Prokes

| OTONOMI
Rabu, 30 September 2020 - 23:42:09 WIB
PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) wilayah Kecamatan Marpoyan Damai pada 3 Oktober mendatang sudah mulai diberlakukan penindakan atau pemberian sanksi tegas bagi pelanggar yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

Koordinator Lapangan Tim PSBM Marpoyan Damai, Donny Akbar kepada riausatu.com menjelaskan, sosialisasi yang dilakukan tersebut menindaklanjuti Perwako Pekanbaru Nomor 160 Tahun 2020 dan Surat Keputusan Wali Kota Pekanbaru Nomor 526 Tahun 2020 Tentang Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai.

"Malam ini kita turun langsung ke tempat-tempat usaha guna memberikan sosialisasi Perwako Nomor 160 Tahun 2020 terkait PSBM di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai," ujar Donny, Rabu malam (30/9/2020).

Usai diberikan sosialisasi tersebut, lanjut Donny, jika masih ada yang membandel tidak mematuhi Protokol Kesehatan, maka kita akan berikan sanksi tegas.

"Pemberlakuan sanksi atau penindakan itu akan kita lakukan mulai 3 Oktober mendatang. Bagi pengelola usaha atau fasilitas umum mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB tutup sementara. Dan diharapkan bagi para pelaku usaha mematuhi aturan ini," tegasnya.

Untuk diketahui, dalam Perwako Nomor 160 Tahun 2020 Bagian Kelima dalam Pasal 13 Tentang Pembatasan kegiatan di tempat usaha dan fasilitas umum dijelaskan dalam ayat 1 bahwa pengelola tempat usaha dan fasilitas umum wajib menutup sementara tempat atau fasilitas umum untuk kegiatan penduduk selama pemberlakuan PSBM mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB.

Dan dalam ayat 2 dituliskan bahwa dikecualikan dari larangan kegiatan di tempat usaha dan fasilitas umum sebagaimana dimaksud pada ayat 1 kegiatan untuk Mall, Supermarket, minimarket, pasar resmi dan toko yang menjual kebutuhan pangan, barang kebutuhan pokok, barang penting, bahan bakar minyak, gas dan energi, serta tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis.

Fasilitas pelayanan kesehatan atau fasilitas lain dalam rangka pemenuhan pelayanan kesehatan. Rumah sakit dan semua instansi medis terkait termasuk unit produksi dan distribusi, baik di sektor publik maupun swasta seperti apotek, unit transfusi darah, toko obat, toko bahan kimia, dan peralatan medis, laboratorium, klinik, ambulance dan laboratorium penelitian farmasi termasuk fasilitas kesehatan untuk hewan dan usaha perbengkelan tetap berfungsi. Transportasi untuk semua tenaga medis, perawat, staf medis, layanan dukungan rumah sakit lainnya tetap diizinkan untuk beroperasi.

Hotel, tempat penginapan (homestay), pondokan dan motel hanya untuk aktivitas menginap wisatawan dan orang-orang yang terdampak Covid-19, staf medis dan darurat, awak udara dan laut.

Perusahaan yang digunakan/diperuntukkan untuk fasilitas karantina. Fasilitas umum untuk kebutuhan sanitasi perorangan. Tempat atau fasilitas umum untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk lainnya termasuk kegiatan olahraga.

Adapun yang ikut dalam sosialisasi tersebut diantaranya Kasi Pemerintahan Kecamatan Marpoyan Damai, Lurah, TNI-Polri.(ift)

DIBACA : 80 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved