Jum'at, 02 / Oktober / 2020
PT SRL Sosialisasi Cegah Karhutla

| OTONOMI
Rabu, 02 September 2020 - 19:09:15 WIB
BENGKALIS,RIAUSATU.COM-Perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beroperasi di Kabupaten Bengkalis, PT Sumatera Riang Lestari (SRL) Blok IV,  kembali mengadakan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Senin (31/8/2020), bertempat di Aula Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Sosialisasi kali ini menggandeng Pemerintah Kecamatan Rupat, Danramil 05 Rupat dan Kapolsek Rupat sebagai pemateri dengan peserta sosialisasi terdiri dari masyarakat pencari madu, petani pemilik lahan dan anggota Masyarat Peduli Api binaan PT SRL dari Kelurahan Terkul dan Batu Panjang.

Sekretaris Camat Rupat, Refinor dalam sambutannya saat membuka sosialisasi cegah Karhutla tersebut berpesan agar seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Rupat berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Karena, katanya, penanganan karhutla adalah tanggung jawab bersama dan untuk kebaikan bersama.

Kapolsek Rupat, Aiptu Saidina Ali SH sebagai pemateri dari segi hukum menjelaskan bahwa pendekatan hukum dan ancaman pidana adalah pilihan terakhir.

Aiptu Saidina menegaskan, ancaman pidana akan digunakan jika pendekatan persuasif tidak lagi dapat berjalan.

"Pidana akan diterapkan kepada pihak-pihak yang melakukan pembakaran lahan atau kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian," ucap Kapolsek Rupat.

Selain Kapolsek Rupat, Danramil 05 Rupat, Kapten Sagino yang juga sebagai pemberi materi pandangan umum tentang penanganan kebakaran hutan dan lahan di Rupat menyebutkan bahwa sebagai daerah yang masuk dalam zona rawan kebakaran, maka untuk dapat mewujudkan zero fire, tindakan yang dilakukan tidak boleh hanya yang umum-umum saja.

"Selain memberikan pemahaman tata cara untuk membuka lahan tanpa bakar, patroli dan penggunaan teknologi dalam memantau kondisi lapangan juga perlu ditingkatkan," katanya.

Sementara itu, Koordinator Forest Protection PT SRL Blok IV, Winarno, yang juga sebagai pemateri menjelaskan tentang dasar-dasar kebakaran dan cara penanganannya.

Selain itu, Winarno juga menyampaikan peluang masyarakat untuk dapat memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa madu dan ikan yang ada di lingkungan perusahaan.

"Di areal perusahaan sendiri ada HHBK yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun pemanfaatannya tentu ada syarat dan ketentuannya. Nanti bisa hubungi saya atau pak humas untuk lebih lanjutnya," sebut Winarno.

Diakhir materinya, Winarno berpesan agar masyarakat terutama peserta sosialisasi cegah Karhutla yang hadir ini dapat bekerjasama dengan perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Karena lingkungan terjaga akan dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Dan sebaliknya, lingkungan yang rusak juga akan berdampak buruk bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya," pungkasnya.(rls)

DIBACA : 155 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved