Kamis, 05 / 08 / 2021
Selasa, 03 Agustus 2021 - 10:52 WIB
Pendaftar CPNS Jangan Lakukan Ini, Pokoknya Jangan!
Selasa, 03 Agustus 2021 - 10:43 WIB
Harga Minyak Brent Turun Akibat Kasus Covid-19
Kasus Perampokan Pegawai UIN Pekanbaru Digugat ke PTUN, BPK Kalah

| HUKRIM
Selasa, 06 Juli 2021 - 17:42:32 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta (PTUN) Jakarta mengabulkan permohonan dua pegawai kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Pekanbaru, yakni Syamsul Kamar dan Desy Sesmita Wati. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai pihak tergugat dinyatakan kalah.

Sebelumnya pihak BPK meminta dua pegawai UIN Suska Pekanbaru itu agar mengganti uang Rp700 juta terkait kasus perampokan. Kasus itu dilaporkan ke polisi. Dari hasil penyelidikan polisi, kasus tersebut merupakan kriminal murni.

"Hasil amar putusan sebanyak 130 halaman menyatakan hakim mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya. Menyatakan batal keputusan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Nomor: 16.TP.10-2017/VII/2020.SKP tanggal 12 Juli 2020 tentang pembebanan kerugian negara kepada klien kita Syamsul dan Desy yang merupakan Bendahara Pengeluaran Pembantu UIN Suska," ujar kuasa hukum kedua penggugat, Hasan Basri, Selasa (6/7).

Hasan yang juga pengacara Ustaz Abdul Somad itu juga menyampaikan, gugatan kliennya dilayangkan tanggal 11 januari 2021 dengan register Nomor 03/G/2021/PTUN.Jkt yang terlampir di situs resmi TUN Jakarta. Karena kalah, pihak BPK RI mengajukan banding.

"Klien kita menang dalam gugatan itu. Namun pihak BPK RI mengajukan banding," ucapnya, sebagaimana dilansir merdeka.com.

Terpisah, Rudi Kurniawan yang merupakan suami Desi mengaku bahwa pembebanan itu dinilai tidak adil. Sebab, kepolisian menyampaikan kejadian yang menimpa istrinya merupakan murni kasus perampokan.

"Istri saya kebetulan saat itu hanya ikut bersama Syamsul untuk makan siang. Tapi istri saya disuruh mengganti rugi sebanyak Rp 350 juta. Jadi kami bagi dua dengan Pak Syamsul hingga harus mengganti Rp 700 juta," kata Rudi.

Rudi menjelaskan, awal mula kasus perampokan itu terjadi pada 22 Mei 2014 lalu. Saat ini Syamsul diperintahkan pihak kampus UIN untuk mengambil uang Rp 700 juta.

Dia bersama Jamaluddin sebagai sopir. Niat awal, uang itu untuk operasional kampus. Kemudian ada tiga orang pegawai UIN Suska Pekanbaru ikut menumpang dalam mobil termasuk Desi. Mereka ikut karena ada keperluan lain.

Usai mengambil uang di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, mereka bergerak ke Jalan Tuanku Tambusai. Namun mobil mereka bocor. Lokasinya berada di depan Rumah Makan Silais.

Selanjutnya, tiga orang masuk ke rumah makan. Tinggal Syamsul menemani sopir yang sedang mengganti ban. Tiba tiba datang dua orang dengan menggunakan sepeda motor. Kedua langsung mendekati mobil dan mengambil tas yang berisi uang Rp 700 juta. Terjadi tarik menarik antara Syamsul dan dua perampok. Akhirnya dua bandit itu berhasil membawa kabur uang kampus.

"Saya heran kok malah istri saya disuruh mengganti. Padahal istri saya hanya menumpang. Di mobil ada lima orang. Setelah perampokan itu langsung kita laporkan ke Polresta Pekanbaru," jelasnya. (dri)


DIBACA : 116 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved