Rabu, 16 / Juni / 2021
Polda Riau Sikat 11 Pelaku PETI di Kuansing

| HUKRIM
Kamis, 06 Mei 2021 - 14:52:07 WIB
PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Tim Ditreskrimum Polda Riau dibawah pimpinan Kasubdit III Krimum AKBP Muharman Arta SIK diback up 1 Kompi personel Brimob dipimpin Kanit Intelmob KP Frengki Tambunan SIK, Rabu (4/5/2021), berhasil menindak pelaku pidana Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang bertempat di Desa Marsawa, areal Perkebunan PT Citra Plasma, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing.

Berbekal Surat Perintah Tugas Nomor : Sp.Gas/7//RES.1.24./2021 tanggal 4 Mei 2021, Tim bergerak ke TKP di Desa Marsawa, Dusun Bumi Raya yang berbatasan dengan areal perkebunan Perusahaan PT Citra Plasma di kecamatan Sentajo.

Tim berhasil mengamankan 11 orang pelaku yakni SK, DP, NG, FZ, SW, SL, KH, SR, SG, WD dan KD, serta barang bukti diantaranya berupa 30 set mesin alat penambangan emas, 25 unit kendaraan R2, 20 buah selang gabang, 20 buah tenda lapangan, 6 unit mesin penyedot merk Tianli, Air raksa, Pipa Sedot Air, 8 buah paralon, 7 buah Karpet, 2 Unit Keong mesin dan 2 unit mesin Robin.

Dirreskrimum Polda Riau Kombes Teddy Ristiawan SIK mengatakan, timnya masih berada dilapangan untuk mengamankan barang bukti dan pencarian pelaku lainnya.

"Iya, tim dibawah komando Kasubdit III AKBP Muharman Arta masih di TKP masih mencari pelaku lain berikut barang bukti lainnya," kata Teddy.

Dikonfirmasi tentang rencana tindaklanjut, perwira jebolan Akpol 1998 ini mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi untuk pelimpahan kasusnya ke Penyidik Tipiter Polres Kuansing.

"Ini akan kami limpahkan penanganan kasusnya ini ke Polres Kuansing, namun tetap kami asistensi dari Polda," imbuhnya.

Para pelaku dijerat pasal 161 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun denda Rp100 Milyar.

Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan Pengolahan dan atau Pemurnian, Pengembangan dan/atau Pemanfaatan, Pengangkutan, Penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar.(rls)

DIBACA : 164 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved