Rabu, 25 / November / 2020
Bejat Guru Honorer Madrasah Cabuli Puluhan Bocah

| HUKRIM
Sabtu, 21 November 2020 - 12:38:28 WIB
PINRANG, RIAUSATU.COM-2 Guru honorer MS (32) dan FD (29), berserta seorang mantan guru AM (55) di salah satu madrasah tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap polisi usai mencabuli puluhan murid. Pelaku melancarkan aksinya dengan berbagai modus, salah satunya mencari-cari kesalahan korban.

Polisi hingga saat ini masih menyelidiki siapa saja murid di MTs tersebut yang menjadi korban aksi bejat para pelaku. Penyelidikan sementara polisi menemukan korban ada puluhan orang.

"Dari hasil penyelidikan sementara berdasarkan pengakuan para pelaku, ada puluhan bahkan lebih, korban (akibat) perbuatan bejat pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Praditya Negara dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (20/11), sebagaimana dilansir detik.com.

Polisi belum menyebutkan berapa total jumlah korban pelaku. "Sementara masih didata (jumlah korban) dan didalami kapan awal mula kejadiannya," katanya.

Untuk diketahui, MTs tempat para pelaku bekerja sebagai guru merupakan sekolah dengan sistem asrama, layaknya pondok pesantren. Para santri atau murid di MTs tersebut tinggal di asrama.

Dari penyelidikan polisi juga terungkap, MS dan FD sebelum menjadi guru juga merupakan murid di MTs tersebut, sedangkan pelaku AM merupakan mantan guru MS dan FD.

"AM sudah lebih 20 tahun jadi guru di sana, MS dan FD mantan murid AM. Mereka (MS dan FD) pernah diajar," ungkap AKP Dharma.

Aksi para guru cabul itu mencabuli murid MTs ternyata sudah dilakukan sejak lama. Perbuatan bejat itu baru terungkap usai pihak sekolah melapor ke Pusat Layanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Pinrang, dan diteruskan ke polisi.

"Berdasarkan informasi tersebut, kemudian dilakukan penelusuran terkait adanya informasi tersebut dan terungkap kejadian tersebut telah menimpa beberapa pelajar laki-laki di sekolah MTS tersebut," kata AKP Dharma.

Untuk menjalankan aksinya bermodus bujuk rayu hingga mengintimidasi korban. Selain itu, korban juga kerap dicari-cari kesalahannya selama tinggal di asrama.

"Mereka mencari-cari kesalahan anak-anak," ungkapnya.

Salah satu kesalahan korban yang dijadikan diungkit ialah saat korban membawa ponsel ke dalam asrama. Diketahui, murid dalam MTs tersebut tinggal dalam asrama layaknya pondok pesantren.

"Misalnya (kesalahan) membawa HP kemudian didapat dan dianggap kesalahan, calon korban disuruh mengambil HP ke kamarnya, dan dilakukanlah pemaksaan di kamarnya," kata Dharma.

Dharma lalu mengungkapkan aksi bejat pelaku dalam mencabuli korban.

"Ada yang dilakukan oral seks bergantian dan ada juga apakah terjadi hal lain, masih dilakukan pendalaman karena masih kita melakukan pemeriksaan terhadap 20 santri," terangnya. (dri)

DIBACA : 35 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved