Rabu, 25 / November / 2020
Sindikat Narkoba Rebutan Sabu dan Ekstasi, 9 Orang Dibekuk Polisi

| HUKRIM
Selasa, 17 November 2020 - 13:05:56 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru membongkar sindikat narkoba bersenjata api. Sebanyak 9 tersangka diringkus beserta 7 senjata api, narkoba 3 kilogram sabu serta sejumlah barang bukti lain.

Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, menjelaskan 9 tersangka yang dibekuk merupakan dua kelompok narkoba yang berbeda. Agung mengatakan, kedua kelompok dengan bandar berbeda itu sedang melakukan perang, karena salah satu dari mereka merampok sabu dan ekstasi milik kelompok lainnya.

"Kedua kelompok ini, merebutkan 46 kilogram sabu dan 10 butir pil ekstasi yang berasal dari Malaysia," kata Agung, Senin (16/11), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Sindikat narkoba ini dibongkar Polda Riau, berawal dari penangkapan 5 pelaku yang akan membawa narkotika jenis sabu dari Dumai menggunakan mobil Toyota Innova dengan nomor polisi BK 228 WW ke Pekanbaru, Jumat (13/11) lalu

"Dalam mobil kita berhasil menangkap 4 pelaku yakni Heri als Belong, Amat, Aryanto dan Medi. Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 4 pucuk senjata api rakitan," kata Agung.

Dari keterangan para pelaku terdapat satu pelaku lain yakni Yuyun di Kubang Raya tempat yang sedang menunggu mereka di tempat berkumpul. Namun, saat pengembangan Medi melakukan perlawanan dengan mencoba merampas senjata api yang sudah diamankan petugas. Aksi itu gagal setelah petugas menembak kaki sebelah kanan Meldi.

"Ternyata dari pengakuan Belong, ada kelompok lain yang berada di Rohil yang masih menyimpan 2 pucuk senpi rakitan," kata Agung.

Mendapatkan informasi itu, petugas lantas melakukan pengembangan di wilayah Rokan Hilir tepatnya di jalan Dusun Dalam Sari, Kecamatan Balai Jaya. Di situ, petugas mengamankan Nyoto dan melakukan penggeledahan.

Dari hasil interogasi, Nyoto merupakan kelompok narkoba bersenjata daerah lain. Ia melakukan aksi bersama beberapa pelaku lainnya. Yakni Putra, Zul, Ipan dan Pras.

"Kita tangkap Putra di wilayah tak jauh dari ditangkapnya Nyoto. Dari keterangan Putra terdapat pelaku lain yakni Ipan," katanya.

Petugas lantas menangkap Ipan di wilayah jalan KUD, Kecamatan Bagan Besar Kota Dumai. Dari tangan Ipan ditemukan catatan keuangan hasil penjualan sabu.

Setelah diinterogasi Ipan menyebutkan bahwa mereka melakukan pembagian hasil perampasan narkoba di rumah Zul di jalan UKA, Tampan, Pekanbaru. Kemudian tim langsung melakukan penyelidikan dan menangkap Zul bersama 1 pucuk senpi rakitan dan 2 bungkus plastik berisi sabu di dalam kotak rokok.

Lalu dilakukan pengembangan ke rumah Zul lainnya di Perum Jati Mandiri. Di rumah itu, petugas berhasil menemukan 3 kg sabu sisa hasil rampokan dan 1 pucuk senjata api.

Agung mengatakan, sebelumnya kelompok sindikat narkoba Medan akan menyelundupkan 46 kilogram sabu dan 10 ribu pil ekstasi ke Pekanbaru. Kelompok ini dikendalikan oleh Adi yang merupakan napi di Lapas Pekanbaru.

"Kala itu Adi merekrut Suryadi untuk membeli truk yang dikemudikan Bunbun dan Anan. Sebelumnya masih berkaitan dengan pembongkaran penyelundupan 24 kilogram di Bukit Kapur Kota Dumai beberapa waktu lalu," ucapnya.

Aksi penyelundupan itu diketahui Marno dan kawan-kawan yang kemudian mengambil alih dengan mengejar truk dan menembakkan senpi ke udara di Bukit Kapur pada 26 September 2020 lalu.

"Kelompok Marno berhasil merampas 20 kilogram sabu dari bandar Medan itu. Hasil rampasan itu lantas dibagi yakni Marno mendapat 10 kg dan 10 ribu ekstasi, 1 kilogram sabu untuk Nyoto, 2 kilogram untuk Putra, 2 kilogram Belong, 4 kilogram Zul dan Ipan 1,1 kilogram, dan Aung 1 kilogram," jelasnya.

Di kelompok bandar Medan, terdapat salah satu pengacara yang ikut menjadi pelaku narkoba. Saat ini polisi sedang mengembangkan kasus ini dengan memburu para pelaku yang belum ditangkap.

Sementara barang bukti yang berhasil diamkan dengan penangkapan dua kelompok ini yakni 6 pucuk senpi jenis Revolver Rakitan, sepucuk senpi jenis SW Kaliber 45, puluhan amunisi aktif, satu unit Toyota Innova abu-abu Nopol BK 228 WW, pipet kaca berisikan narkotika jenis shabu, 9 unit HP berbagai merek, 3 kilogram sabu, uang tunai Rp 210 juta,

Para tersangka dijerat pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun, serta Pasal 1 Undang-undang darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang menguasai, mempergunakan senjata api, amunisi atau bahan peledak dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun. (dri)

DIBACA : 61 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved