Kamis, 01 / Oktober / 2020
Polisi Tahan 3 Tersangka Penganiayaan Pendeta dan Jemaat di Pelalawan

| HUKRIM
Selasa, 17 Desember 2019 - 23:04:59 WIB
PANGKALAN KERINCI, RIAUSATU.COM-Polres Pelalawan melakukan penahanan terhadap 3 orang tersangka penganiayaan terhadap Iwan Sarjono Siahaan (31) seorang pendeta gereja GTDI Sorak Haleluya di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan, Riau. Ketiga pelaku yakni Yusuf Siahaan (YS), Daniel Siahaan (DS), serta Jhon Fieter Siahaan (JFS), dalam dua laporan polisi yang berbeda.

"Untuk tersangka YS kejadian penganiayaan pada 21 September 2019 di Jalan Desa Bukit Kesuma, korbannya Iwan Sarjono Siahaan seorang pendeta. Sedangkan tersangka JFS dan DS, kejadiannya di halaman rumah samping gereja, korbannya inisial CM dan DM," kata Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua kepada merdeka.com, Selasa (17/12).

Saat ditanya terkait pelaku utama penganiayaan dan pengeroyokan itu bernama Manaek Siahaan (MS), Hasyim menyebutkan kasusnya ditangani Polda Riau. Sebab, Manaek dilaporkan Iwan ke Ditreskrimum Polda Riau. Ketiga pelaku merupakan saudara kandung dari Iwan, dan Manaek merupakan ayah kandungnya.

"Terlapor MS itu kasusnya ditangani Polda Riau," ucap Hasyim.

Sebelumnya Iwan Sarjono Siahaan (31) warga Desa Kusuma Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan, ke Polda Riau. Kondisi korban mengalami luka lebam sekujur tubuhnya akibat dianiaya empat orang pelaku.

Iwan meyakini Polda Riau bekerja secara professional dalam menangani kasusnya. Sebab, dia sebagai pendeta dan para jemaatnya merasa takut melaksanakan ibadah di Gereja GTDI karena selama ini Manaek meneror mereka.

"Pelaku bernama Manaek datang bersama 3 orang pelaku lain, yaitu anak-anaknya. Memang mereka saudara kandung saya, tapi perbuatan mereka sudah di luar batas kewajaran, saya sering dianiaya dan tidak tahan lagi. Makanya terpaksa saya selaku pendeta melaporkan mereka ke polisi. Apalagi jemaat saya juga ikut dianiaya di samping gereja saat persiapan perayaan natal," keluh Iwan.

Laporan itu tertuang dalam LP Nomor : LP/564/XII/2019/SPKT/ Riau, tanggal 12 Desember 2019. Korban mendapatkan perlakuan kasar di depan umum, ada puluhan jamaahnya saat itu yang ikut menyaksikan.

"Dua jemaah saya juga dianiaya di depan gereja, saat persiapan perayaan natal. Kami sangat berterima kasih ke pak Kapolda Riau (Irjen Agung) yang sangat menyambut baik laporan kami. Mudah-mudahan pelaku utama segera ditahan Polda," ucapnya.

"Untuk kasus yang di Polda Riau, orang yang saya laporkan adalah bapak saya sendiri Manaek Siahaan, dan 3 saudara kandung saya, Yusuf Siahaan, Daniel Siahaan, serta Jhon Fieter Siahaan. Mereka seperti mau membunuh saya, kata Iwan.

Iwan menyebutkan, saat dirinya diperiksa di Polres Pelalawan, dia melihat saudara kandungnya itu ditahan. Awalnya dia merasa iba dan kasihan, tapi saudara kandungnya membawa sejumlah pengacara saat itu.

Polda Riau telah menerima laporan penganiayaan dengan korban Iwan Sarjono Siahaan selaku pendeta. Bahkan, Manaek sudah diperiksa untuk mendalami kasus itu. Namun, belum ada penetapan tersangka.

"Iya benar ada laporannya. Sedang kita dalami," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto kepada merdeka.com.

Bahkan, salah satu pelaku bernama Jhon, sempat mengambil pisau dapur yang ada di sekitaran lokasi. Peristiwa itu terjadi di Gereja, saat korban sedang persiapan perayaan natal.
2 dari 2 halaman

Peristiwa itu terjadi Kamis 5 Desember 2019 lalu, Iwan bersama para jemaahnya sedang persiapan perayaan natal gereja saat itu. Di Jalan RAPP kilometer 72, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan.

Tiba-tiba, Manaek dan 3 orang anaknya datang dan langsung menganiaya Iwan. Ada beberapa Jemaah yang mau membela Iwan selaku pendeta, tapi juga dipukuli. Akibatnya, Iwan mengalami luka dan berdarah-darah serta diopname 3 hari karena dikeroyok.

Iwan mengakui, ayah dan saudara kandungnya itu sudah lama tidak cocok. Yakni sejak ibu dan ayah mereka bercerai. Iwan lebih memilih ikut dengan ibunya, justru dimusuhi oleh saudara kandungnya yang ikut dengan ayah mereka.

Selain itu, Iwan juga pernah melaporkan Jhon Fieter Siahaan ke Polsek Sorek 1 Kabupaten Pelalawan. Namun, pelaku belum jadi tersangka. Laporan itu dilaporkan Iwan pada 15 November 2019, atas kasus penganiayaan di Jalan Poros RAPP Desa Bukit Kesuma.

Kanit Reskrim Polsek Sorek 1 Iptu Essa Dealhy saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. "Iya benar. Laporannya sedang kita dalami, sudah masuk penyidikan tapi belum ada tersangka. Nanti tunggu gelar perkara dulu," ucapnya. (dri)

DIBACA : 407 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved