Kamis, 06 / 08 / 2020
Minggu, 02 Agustus 2020 - 00:35 WIB
Delapan Sepeda Motor Terjaring Operasi Penertiban Balap Liar
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 12:42 WIB
Polresta Pekanbaru Sembelih 26 Hewan Kurban
Ketua DPRD Riau Segera Proses Permintaan Tokoh Pemuda Pekanbaru PAW Noviwaldy Jusman

| POLITIK
Senin, 15 Juni 2020 - 13:40:41 WIB
PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet, siap menindaklanjuti surat yang dilayangkan tokoh pemuda Pekanbaru yang mendesak Ketua DPRD Provinsi Riau mengevaluasi Noviwaldy Jusman. Lantaran yang bersangkutan diduga tidak efektif lagi sebagai anggota DPRD Riau dikarenakan sakit.

"Surat yang masuk itu pasti kita proses, tidak ada masalah," kata Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet, kepada media akhir pekan lalu.

Namun terkait dengan usulan pergantian antar waktu (PAW), pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada partai. Sebab, untuk PAW mekanismenya harus dibahas di internal partai kemudian dibahas di DPRD Riau. "Karena kewenangan PAW itu ada di partai, bukan di pimpinan DPRD Riau," ujarnya.

Sebelumnya, Koordinator Fitra Riau Triono Hadi kepada wartawan, Senin (11/05/2020), menyarankan Noviwaldy untuk fokus berobat dan mengundurkan diri dari anggota DPRD Riau. 

"Yang penting sebenarnya kesadaran dari yang bersangkutan. Bisa melakukan pengunduran diri karena sadar sudah tidak efektif dalam menjalankan tugas sebagai representasi rakyat," kata Triono.

Setelah itu, datang desakan dari LSM Bina Karya Pemuda Mandiri (BKPM) Kota Pekanbaru melalui suratnya bernomor: 023/LBKPM-PKU/Perm/V/2020 perihal Permintaan Evaluasi tertanggal 25 Mei 2020 yang ditujukan kepada Ketua DPRD Riau. 

‘’DPRD Riau merupakan bahagian dari Pemerintah Provinsi Riau yang menjadi representasi perwakilan masyarakat, keberadaan anggota DPRD Riau telah melalui suatu proses pemilihan umum yang diselenggarakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,’’ tulis Ketua Jetprianto SH dan Sekretaris Abdul Malik SH, dalam suratnya yang diterima media. 

Setiap calon anggota DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota maupun DPR RI dan DPD, sebutnya, terikat didalam suatu ketentuan persyaratan untuk dapat menjadi calon maupun angggota DPRD , khususnya didalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018, yang didalamnya terdapat ketentuan syarat bagi calon sesuai dengan Pasal 7 ayat (1) huruf h telah mengisyaratkan adanya keharusan bagi calon agar sehat secara jasmani dan rohani dan bisa bekerja penuh waktu.

Berdasarkan uraian di atas, LSM Bina Karya Pemuda Mandiri (BKPM) Kota Pekanbaru mempertanyakan dan meminta informasi data tentang eksistensi dan tingkat partisipasi (kehadiran) dalam menjalankan amanah sebagai anggota DPRD Riau atas nama Noviwaldy Jusman dari Partai Demokrat Daerah Pemilihan Kota Pekanbaru, di mana sampai saat ini sama diketahui yang bersangkutan dalam kondisi sakit yang mungkin juga menjadi halangan tetap untuk melaksanakan kewajibannya sebagai anggota DPRD Riau.

Jika memang Noviwaldy Jusman saat ini masih berhalangan tetap karena sakit yang masih dideritanya, tentu syarat yang dimaksud dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018 sudah tidak lagi terpenuhi dan tidak dapat menjalankan lagi kewajiban sebagai anggota DPRD Riau. Untuk itu, patut dipertimbangkan oleh pimpinan DPRD Riau meminta penggantinya melalui partai politik yang mengusungnya.

Seperti diberitakan, selain didera gangguan kesehatan, bahkan dikabarkan telah mengalami operasi, Noviwaldy Jusman juga tengah diterpa kasus hukum di Polresta Pekanbaru. Terkait dugaan uang suap untuk seorang Ketua KPPS, mantan Wakil Ketua DPRD Riau itu belum kunjung diperiksa karena alasan sakit. (rs1)
DIBACA : 154 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved