Rabu, 27 / Januari / 2021
Bertemu Menag, Dubes Arab Saudi akan Beri Kepastian Keberangkatan Haji 2021

| KEAJAIBAN BAITULLAH
Selasa, 12 Januari 2021 - 15:16:03 WIB
JAKARTA, RIAUSATU.COM-Duta Besar (Dubes) Arab Saudi Esam Abid Althagafi meminta kepada Indonesia agar bersabar terkait keputusan pelaksanaan haji 2021. Dia pun berjanji akan memberitahu segera kepastian berapa kuota haji yang akan diberangkatkan.

"Setelah pertemuan ini, kami akan segera berkomunikasi dengan Menteri Haji, agar kami dapat segera memberikan informasi kepada Indonesia berapa kepastian jumlah jemaah yang bisa diberangkatkan," kata Althagafi saat bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan pers, Selasa (12/1).

Sementara itu Yaqut berharap pihak Arab Saudi dapat segera mengumumkan jumlah kuota jemaah haji. Hal tersebut agar Indonesia bisa melakukan persiapan dengan matang.

"Kami akan menaati berbagai ketentuan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji, agar semua berlangsung dengan aman. Kami senang, karena Pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan jemaah haji Indonesia untuk dapat beribadah ke Baitullah," ujar Althagafi, sebagaimana dilansir merdeka.com.

Sementara itu diketahui Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta kepada Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas agar proaktif melakukan hubungan dengan Arab Saudi untuk memastikan pelaksanaan haji tahun 2021.

"Jadi itu menteri agama diminta pro aktif melakukan hubungan ke Saudi supaya ada kepastian, biar masyarakat umat sudah dapat kepastian," kata Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, Jumat (8/1).

Ma'ruf juga meminta kepada Yaqut agar biaya haji diperhitungkan. Dia pun berharap jangan sampai ada banyak subsidi. Sebab nantinya akan mengganggu dana haji tahun yang akan datang. Berharap dengan adanya subsidi tetapi tidak merugikan APBN.

"Bayar Rp35 juta, tetapi ongkos haji pada dasarnya Rp70an juta, hampir setengahnya, jadi ini enggak benar. Berharap supaya ke depan itu karena haji itu kan barang siapa yang kuat (mampu) kalau disubsidi negara ya enggak benar itu," kata Masduki.

Bahas Kelanjutan Konferensi Internasional Moderasi Beragama

Althagafi menjelaskan Konferensi Internasional Moderasi Beragama akan dilaksanakan di Indonesia pada 2020. Namun lantaran pandemi Covid-19 agenda tersebut belum dapat terlaksana.

"Kami berharap program ini tetap dapat dilaksanakan di Indonesia, karena ini merupakan negara yang dapat menjadi contoh moderasi beragama bagi dunia," ungkapnya kepada Yaqut.

Dia menuturkan selama ini Kemenag adalah mitra utama dalam berbagai program kerjasama Indonesia dan Arab Saudi. Karenanya pihaknya akan terus membangun koordinasi dengan Kemenag.

"Kami selalu sangat terbuka dengan Indonesia. Dengan kehadiran Bapak, kami berharap dapat melanjutkan beberapa program yang tertunda," terangnya.

Di akhir pertemuan, Althagafi menerima kenang-kenangan dua set Tafsir Al-Ibriz karya KH. Bisri Mustofa yang merupakan kakek Menag Yaqut. "Ini kitab karya kakek saya. Yang ini versi bahasa Indonesia, dan ini yang dalam bahasa Jawa," tutup Yaqut.

Hadir mendampingi Menag, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, dan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Muchlis Hanafi. (dri)

DIBACA : 42 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved