Rabu, 25 / November / 2020
'KADO PAHIT' ITU BERNAMA COVID

| JENDELA
Selasa, 23 Juni 2020 - 14:43:18 WIB
MARILAH kita sama-sama memandang perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-236, yang jatuh pada hari ini, Rabu (23/6/2020), dengan tatapan nelongso: di tengah sejumlah persoalan perkotaan yang belum terselesaikan secara komprehensif, datang pula masalah baru yang tidak kalah peliknya, yaitu ancaman Covid-19.

Sebagai sebuah wilayah administratif pemerintahan kota, Pekanbaru diposisikan sebagai sebuah kota tua. Tapi dengan tingkat umur yang sudah tinggi itu, di tengah berbagai kemajuan yang telah dicapai, masih ada sejumlah persoalan yang seakan tidak kunjung terselesaikan.Walau pun rezim yang berkuasa terus berganti sesuai siklusnya, persoalan dimaksud tetap menjadi sesuatu yang berlarut-larut.

Ambil contoh persoalan drainase di sejumlah titik, yang memicu bencana banjir. Manakala datang musim penghujan, maka hampir dipastikan sejumlah kawasan di ibukota Provinsi Riau ini digenangi oleh banjir. Sejumlah proyek atau program penanganan banjir yang digelindingkan oleh Pemko Pekanbaru sejauh ini belum juga mampu mengurai benang kusut yang bernama musibah banjir itu.

Ketika banjir –dan sejumlah persoalan perkotaan lainnya—di Pekanbaru masih menjadi ancaman rutin tahunan yang belum juga kunjung terselesaikan secara komprehensif, datang pula ancaman Covid-19. Telah ditetapkan oleh WHO (badan kesehatan dunia) sebagai pandemi global, ancaman Covid-19 di Kota Bertuah ini,
belakangan menjadi sesuatu yang tak bisa dianggap “main-main.”

Kondisi ini terjadi justru tidak lama setelah Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengklaim bahwa kota yang ia pimpin sebagai yang terbaik dalam penanganan Covid-19 untuk tingkat nasional. “Itu dibuktikan lewat rasio penularan Covid-19 di Kota Pekanbaru yang paling rendah di Indonesia, hanya 0,3 persen,” ujar Firdaus, dikutip dari GoRiau.com edisi 14 Juni 2020.

Bahkan, menurut Firdaus, saat Panglima TNI berkunjung ke kota ini, juga mengakui Pekanbaru menjadi satu percontohan (role model) dalam menggerakkan masyarakat yang produktif. Selain itu, tambahnya, ukuran keberhasilan Pekanbaru sangat baik menangani Covid-19 adalah persentase kesembuhan yang mencapai 90 persen. “Capaian ini menjadi yang tertinggi di Indonesia,” katanya.

Kala itu, Firdaus memang wajar bangga dengan langkah dan upaya yang dilakukan jajarannya dalam menangani Covid-19. Karena sebelumnya, selama beberapa hari tidak terjadi penambahan kasus positif virus corona baru di Pekanbaru. Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pekanbaru, dr Mulyadi. "Memasuki Idul Fitri 1441 Hijriyah hingga hari ke-2, di Pekanbaru tidak ada penambahan pasien positif Covid-19, masih tetap 40 orang," kata dia di Pekanbaru.

Tapi klaim sebagai daerah yang terbaik dalam penanganan Covid-19, termasuk mengendalikan penambahan kasus sehingga menjadi nihil selama beberapa hari berturut-turut, menjadi lumer manakala dihadapkan dengan fakta baru, yaitu munculnya klaster baru penyebaran Covid-19, yang membuat angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 secara kumulatif di Provinsi Riau melonjak tajam. Selain dari klaster baru, penambahan kasus juga terjadi dari sumber-sumber penularan lain.

Pada Senin (22/6/2020), kasus pasien positif Covid-19 di Riau pecah rekor alias meledak dengan penambahan sebanyak 24 pasien positif. Penambahan terbanyak justru dari Pekanbaru, yaitu sebanyak 14 orang—daerah yang beberapa hari sebelumnya diklaim sukses menghambat laju penyebaran Covid-19. Penambahan kasus di Pekanbaru berasal dari hasil proses tracing kontak terhadap pasien klaster BRI Pekanbaru, sementara sebanyak lima lainnya dari Indragiri Hilir, dan sisanya dari Dumai (2), Kuansing (1), Rohul (1), dan Kampar satu kasus.

Belum cukup sampai di sana, pada hari yang sama terbetik pula berita bahwa sebanyak tiga orang pegawai Kantor Camat Bukit Raya, Kota Pekanbaru, dinyatakan positif Covid-19, yang didapat melalui penularan. "Ini hasil penelusuran dari istri pasien Covid-19 asal Rumbai yang meninggal dunia belum lama ini, yakni Tn NC (47)," kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Muhammad Amin di Pekanbaru, Senin, dikutip dari Antara. Bahkan, dikarenakan berpotensi jadi cluster baru, hari ini Walikota Pekanbaru memerintahkan Kantor Camat Bukit Raya, ditutup sementara.

Apa penyebaran Covid-19 di Pekanbaru khususnya, dan Provinsi Riau pada umumnya, tengah memasuki babak baru? Soal ini, biarlah menjadi urusan para ahli di bidang itu. Bagi kita sebagai warga kota yang baru saja kembali menikmati kenyamanan–apalagi ditambah klaim dari pemegang otoritas--, dihadapkan pada fakta baru itu seakan membuat ketenangan dan kenyamanan itu menjadi “terkoyak-koyak” lagi.

Bukan tidak mungkin yang melintas di angan-angan kita adalah aneka bayangan yang “tidak-tidak,” seperti: apa mungkin kita pernah kontak dengan sejumlah orang yang dinyatakan positif Covid-19 di kota ini, termasuk yang dari klaster baru? Apa mungkin pula ada di antara anggota keluarga, saudara, famili, kerabat, teman, rekan bisnis kita, dan lainnya pernah kontak dengan yang terinfeksi, untuk kemudian menularkan kepada kita?

Maka hari ini, Rabu (23/6/2020), ketika kota ini merayakan HUT ke-236, kita tidak melihat aneka perayaan dan kegiatan yang menyemarakkan peringatan HUT. Tak ada karnaval, tak ada arak-arakan sejumlah orang berpakaian Melayu, tak terlihat para pejabat berjas-berdasi dan para nyonya dengan konde yang besar, tak ada pula ingar-bingar grup musik dan marching band, dan tak ada aneka pertandingan/perlombaan olahraga.

“Kado” di HUT Pekanbaru tahun ini teramat pahit –bahkan yang terpahit sepanjang sejarah keberadaan Pekanbaru sebagai sebuah daerah otonom--, yaitu Covid-19. Dan, semua kita mencemaskan ancamannya.***

Novrizon Burman,
Pemimpin Redaksi Riausatu.com
DIBACA : 520 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved