Senin, 25 / Januari / 2021
Perhatikan dan Majukan Masyarakat Adat Melayu, LAMR Apresiasi Gubri Syamsuar

| ADVERTORIAL
Minggu, 22 November 2020 - 11:51:26 WIB
Al Azhar pada Musyawarah Kerja LAMR Tahun 2020, di Balai Adat Melayu Riau.
TERKAIT:
PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau Datuk Seri Al Azhar menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Gubernur Riau Datuk Seri Setia Amanah Syamsuar yang mempunyai perhatian sangat besar terhadap LAMR juga terhadap perkembangan dan kemajuan masyarakat adat Melayu.

"Melalui Payung Riau Hijau yang beliau gagas semenjak dilantik menjadi Gubri. Terlihat amat sangat jelas keberpihakannya kepada kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini belum sempat menjadi penikmat dari kekayaan sumber daya ekonomi yang berada di sekitarnya," ungkap Ketua Umum LAMR Datuk Seri Al Azhar saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Musyawarah Kerja LAMR Tahun 2020 di Balai Adat Melayu Riau, Jumat (20/11/2020) malam.

Datuk Seri Al Azhar mengatakan, dalam hal ini terutama kepada kelompok masyarakat adat yang kami di Lembaga Adat Melayu pernah melakukan survei bahwa dari 7,2 persen angka kemiskinan di Riau sebelum pandemi Covid-19, lebih kurang 80 persen adalah masyarakat adat melayu di Riau.

"Tentu kita mau memutus situasi ironis yang seperti ini, sehingga inshaAllah LAMR ini khususnya yang diberikan kesempatan sangat besar oleh Gubri bisa juga memainkan perannya menjadi mitra untuk memajukan negeri ini untuk membuat negeri ini menjadi lebih baik," harapnya.

Dalam hal ini Datuk Seri Al Azhar mengajak, kepada seluruh komponen masyarakat adat khususnya serta masyarakat Riau pada umumnya untuk selalu berdoa guna masyarakat adat di Riau ini selalu berkembang dan terus bekemajuan.

"Mari kita bersama-sama berharap dan berdoa serta meminta untuk tidak pernah lelah. Serta kami mengimbau kepada Datuk LAM Kabupaten/Kota, LAM Kawasan, dan LAM Perdatinan untuk senantiasa guna membangun hubungan yang erat dengan Kepala Daerah di tempat masing-masing. Sehingga apa yang kita peroleh dalam hubungan mitra kiranya senada dan seiram searah dan persetujuan," harapnya.

Penggawa Adat LAMR
Dalam rapat kerja itu, LAMR juga menggelar pelantikan atau Penambalan Penggawa Adat LAMR Masa Bakti 2020-2022 yang mana turut disaksikan Gubernur Riau Datuk Seri Setia Amanah Syamsuar dan Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Efandi.

"Dengan ini secara resmi menambalkan atau melantik pengurus Penggawa Adat LAMR. Kami percaya tuan-tuan, puan-puan, dan encik-encik akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baikinya sesuai dengan tanggung jawab yang diamanatkan, semoga Allah memberikan petunjuk kejalan yang benar," ungkap Datuk Seri Al Azhar.

Datuk Seri Al Azhar menjelaskan, kata Penggawa merupakan berasal dari bahasa Melayu yang di adaptasi dari bahasa Sansekerta. Kata ini banyak sekali digunakan dalam kaitan pada sifat, jabatan dan nama benda.

"Dalam pengertian sifat dan jabatan, Penggawa dipergunakan untuk pegawai istana yang setara dengan Menteri. Pada konteks ini sebutan Penggawa dilekatkan pada pegawai istana yang mengurus pemerintahan di daerah. Selain itu juga diperuntukkan pada pegawai yang berhubungan dengan hukum dan keamanan negeri," jelasnya.

Kemudian, LAMR dengan mewujudkan sayap atau lembaga bernama Penggawa ini bermaknakan dengan kata Penggawa yaitu, kepada dasar maknanya sebagai penahan, perisai, atau benteng yang melindungi adat dan nilai-nilai adat dari tindakan yang tidak patuh baik dilakukan secar fisik maupun dilakukan seara psikis.

"Jadi dengan demikian Penggawa yang tadi baru kita lantik bersifat bertahan dan tidak menyerang. Dalam hal ini LAMR terinisisai pada program Polda Riau yaitunya dengan Gerekan Jaga Kampung. Penggawa turtu hadir dengan Jaga Adat serta Jaga Nilai-Nilai Adat dari hal yang tidak patuh, dan itu sejalan dari pada hukum adat yaitu lebih mengedapankan untuk merangkul orang dibandingkan dengan mendepaknya," ujar Al Azhar.

Selain itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Datuk Seri Syahrir Abu Bakar mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada Panglima Penggawa Adat LAMR yaitu Datuk Dasril Maskar beserta semua jajarannya.

"Kita berharap dengan lahirnya Penggawa Adat ini, bahwa satu lagi sayap dari pada LAM dapat mendukung LAMR supaya bekerja dengan baik. Saat ini LAMR sudah didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum, dengan lahirnya Penggawa Adat ini bertugas sebagai menegakkan hukum adat yang akan melakukan pengkajian atas hukum adat dan bagaimana hukum adat ini bisa diterapkan dengan sebaik-baiknya," pungkasnya. (adv)

DIBACA : 384 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved