KAMPAR, RIAUSATU.COM-Dalam rangka menjaga lingkungan hidup dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT Ramajaya Pramukti, anak perusahaan Sinar Mas grup menggelar sosialisasi bahaya karlahut di Desa Sei Lambu Makmur Kecamatan Tapung, Kamis (7/4). Sosialisasi ini kerjasama dengan Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Tapung.
Sosialisasi ini diikuti oleh Kepala Desa dari tujuh desa di wilayah kerja PT Ramajaya Pramukti beserta tokoh masyarakat dan pemuda, Pengurus dan anggota 5 KUD (koperasi unit desa) di wilayah tujuh desa tersebut. Tujuh desa sebagai peserta sosialisasi tersebut yakni Desa Sei Lambu Makmur, Desa Kenantan, Desa Sibuak, Desa Muara Mahat Baru, Desa Kayu Aro, Desa Petapahan, dan Desa Sari Galuh. Lima KUD tersebut yakni KUD Makmur Lestari, KUD Sibuak Jaya KUD Mekar Jaya, KUD Muara Mahat Sejahtera dan KUD Mukti Lestari.
Hadir kesempatan tersebut manajemen PT Ramajaya Pramukti, Bambang Suhartono (manager kebun Rama-Rama Estate), Dasuki (manager Kebun Amartajaya Plasma), Asisten Manager Perijinan dan hubungan Pemerintahan PT Ramajaya Pramukti H. Asri Nasir, SE, MH, Sekretaris Kecamatan Tapung Hendri, Kapolsek Tapung Kompol Barzawi, Danramil Tapung Kapten Koridon Sitiyo, Kepala Desa Sei Lambu Makmur Kawit Budiantoro.
Manager Kebun Rama-Rama Estate Bambang Suhartono di depan peserta sosialisasi menyampaikan bahwa di areal kebun PT Ramajaya Pramukti sepanjang tahun 2016 ini, belum pernah terjadi kebakaran. Namun demikian kondisi ini jangan membuat para karyawan dan masyarakat terlena. “Kita harus waspada karena kapan-kapan bisa saja kebakaran timbul dan rugi petani dan kita semua,” ujarnya.
Oleh sebab itu ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan jangan sampai terjadi kebakaran lahan dan hutan. ''Perusahaan tidak bisa berkerja sendiri menjaga lingkungan, tapi perlu dukungan kita semua,'' ujar Bambang.
Ia menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Kapolsek Tapung dan jajaran, Danramil Tapung dan jajaran pihak kecamatan dan seluruh masyarakat dilingkungan PT Ramajaya Pramukti yang memiliki andil besar dalam menjaga lingkungan dari ancaman karhutla. Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga sehingga wilayah Tapung dan sekitar bisa terbebas dari kebakaran lahan dan hutan.
Disebutkannya, untuk mengantisipasi terjadinya keba pihak perusahaan Ramajaya Pramukti sudah menyediakan alat pemadam kebakaran dan personilnya yang terdiri dari Pewralatan mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas 5.000 liter dan 2.000 liter, ditambah satu unti mesin robin, satu tim pemadam kebakaran yang terdiri dari 9 orang. Tim ini di berikan pelatihan rutin simulasi penanganan karhutla 3 bulan sekali.
Sementara itu Sekcam Tapung Hendri menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada PT Ramajaya Pramukti yang telah menggelar sosialisasi karhutla ini. “Ini bentuk partisipasi perusahaan dalam upaya menjaga lingkungan dari ancaman Karlahut,” ujar Hendri.
Ia mengingatkan kepada peserta agar ikut mensosialisasikan karhutal ini kepada masyarakat. ''Apa yang kita terima dan dengar disini, jangan hanya sampai disini, sampaikan kepada masyarakat yang kebetulan tidak hadir disini, partisipasi masyarakat sangat diharapkan,'' ujar Hendri, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.
Kemudian Kapolsek Tapung Kompol Barzawi banyak menyorot soal penanganan dan sangsi hukum bagi pelaku pembakar lahan. ''Sangsinya berat melanggar UU lingkungan hidup dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Jangan sia-siakan hidup kita dengan melanggar hukum,'' ujarnya.
Pihak kepolisian bersama TNI dan pemerintah cukup serius dalam menangani dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan ini. Salah satunya dengan membuat kanal blocking di wilayah Tambang yang memang memiliki lahan gambut.
Dua minggu yang lalu kegiatan yang sama juga di laksanakan k di wilayah kerja PT Buana Wira Lestari Mas Group Sinar Mas di Desa Kota Bangun Kecamatan Tapung Hilir. (dri)