otonomi

Tujuh Desa di Kecamatan Tapung Ikuti Sosialisasi Bahaya Karhutla

Redaktur
Jumat, 8 April 2016 | 10:36 WIB

KAMPAR, RIAUSATU.COM-Dalam rangka menjaga lingkungan hidup dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT Ramajaya Pramukti, anak perusahaan Sinar Mas grup menggelar sosialisasi bahaya  karlahut di Desa Sei Lambu Makmur Kecamatan Tapung, Kamis (7/4).  Sosialisasi ini kerjasama dengan Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Tapung.

Sosialisasi ini diikuti oleh  Kepala Desa dari tujuh desa di wilayah kerja  PT Ramajaya Pramukti beserta tokoh masyarakat dan pemuda, Pengurus dan anggota  5 KUD (koperasi unit desa) di wilayah tujuh desa  tersebut. Tujuh  desa sebagai peserta sosialisasi tersebut yakni Desa Sei Lambu Makmur, Desa Kenantan,  Desa Sibuak,  Desa Muara Mahat Baru, Desa Kayu Aro, Desa Petapahan, dan Desa Sari Galuh. Lima KUD  tersebut yakni KUD Makmur Lestari, KUD Sibuak Jaya KUD Mekar Jaya, KUD  Muara Mahat Sejahtera dan KUD  Mukti Lestari.

Hadir  kesempatan tersebut manajemen PT Ramajaya Pramukti, Bambang Suhartono (manager kebun Rama-Rama Estate), Dasuki (manager Kebun Amartajaya Plasma), Asisten Manager  Perijinan dan hubungan Pemerintahan PT Ramajaya Pramukti H. Asri Nasir, SE, MH, Sekretaris Kecamatan Tapung Hendri, Kapolsek Tapung Kompol Barzawi, Danramil Tapung Kapten   Koridon Sitiyo, Kepala Desa  Sei Lambu Makmur Kawit Budiantoro.

Manager Kebun Rama-Rama Estate Bambang Suhartono di depan peserta sosialisasi menyampaikan bahwa  di areal kebun   PT Ramajaya Pramukti sepanjang tahun 2016 ini, belum pernah terjadi kebakaran. Namun demikian kondisi ini jangan membuat para karyawan dan masyarakat terlena. “Kita  harus  waspada karena kapan-kapan bisa saja kebakaran timbul dan rugi petani dan kita semua,” ujarnya.

Oleh sebab itu ia mengajak kepada seluruh  masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan jangan sampai terjadi kebakaran lahan dan hutan. ''Perusahaan tidak bisa  berkerja sendiri menjaga lingkungan, tapi perlu dukungan  kita semua,'' ujar Bambang.

Ia menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Kapolsek Tapung dan jajaran, Danramil Tapung dan  jajaran pihak kecamatan dan seluruh masyarakat dilingkungan PT Ramajaya Pramukti yang memiliki andil besar dalam menjaga lingkungan dari ancaman  karhutla. Semangat kebersamaan  ini  harus  terus dijaga sehingga  wilayah Tapung dan sekitar  bisa terbebas dari kebakaran  lahan dan hutan.

Disebutkannya, untuk mengantisipasi terjadinya keba pihak perusahaan Ramajaya Pramukti  sudah menyediakan  alat pemadam kebakaran  dan personilnya yang terdiri dari Pewralatan mobil pemadam kebakaran  dengan  kapasitas  5.000 liter dan  2.000 liter, ditambah satu unti  mesin robin, satu tim pemadam kebakaran yang  terdiri dari 9 orang.  Tim ini di berikan pelatihan rutin simulasi penanganan karhutla  3 bulan sekali.

Sementara  itu Sekcam Tapung Hendri menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada PT Ramajaya Pramukti yang telah  menggelar sosialisasi karhutla ini. “Ini bentuk partisipasi perusahaan  dalam upaya menjaga lingkungan dari ancaman Karlahut,” ujar Hendri.

Ia mengingatkan kepada peserta  agar ikut mensosialisasikan  karhutal ini kepada masyarakat. ''Apa yang kita terima dan dengar disini, jangan hanya sampai disini, sampaikan kepada  masyarakat yang kebetulan tidak hadir disini, partisipasi masyarakat sangat diharapkan,'' ujar Hendri, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.

Kemudian Kapolsek Tapung Kompol Barzawi banyak menyorot soal  penanganan dan sangsi hukum  bagi pelaku pembakar lahan. ''Sangsinya berat melanggar UU lingkungan hidup dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Jangan sia-siakan hidup kita dengan melanggar hukum,'' ujarnya.

Pihak kepolisian bersama TNI dan pemerintah  cukup serius dalam menangani dan mengantisipasi kebakaran hutan dan  lahan ini. Salah satunya dengan membuat kanal blocking di wilayah Tambang yang memang memiliki lahan gambut.

Dua minggu yang lalu  kegiatan yang sama juga di laksanakan k di  wilayah kerja PT Buana Wira Lestari Mas Group Sinar Mas di Desa Kota Bangun Kecamatan Tapung  Hilir. (dri)


Tags

Terkini