PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Melihat adanya temuan kasus di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tepatnya di Kabupaten Pidie, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menginstruksikan seluruh Provinsi Kota ataupun kabupaten yang ada di Indonesia untuk melakukan vaksinasi polio.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy kepada riausatu.com, Minggu malam (5/3/2023).
"Mulai besok 6 Maret sampai 12 Maret kita akan melaksanakan vaksinasi polio namanya program crash program vaksinasi polio," ujar Zaini.
Kenapa ini kita laksanakan hal itu, sambungnya, karena adanya kasus polio yang ditemukan di Provinsi Aceh Darussalam di mana di salah satu kabupatennya Kabupaten Pidie ada 6 kasus.
Diakui Zaini, di Pekanbaru itu sendiri semenjak tahun 2016 sudah tidak ada lagi polio.
"Maka kementerian pusat menginstruksikan kepada Provinsi Aceh dan Sumut untuk melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional dan untuk Riau serta Sumbar untuk melaksanakan program vaksin polio selama 7 hari mulai dari tanggal 6 sampai dengan tanggal 12 Maret dan nanti dilanjutkan 5 hari untuk sweeping target yang diberikan sebanyak 95 ribu anak dimana target minimal yang kita harus kita capai itu adalah 90 persen," urainya.
Pada kegiatan besok itu, katanya lagi, dilaksanakan serentak di 15 kecamatan, khusus di Puskesmas dan posyandu.
"Pemberian vaksinasi polio ini ada dua jenis, yang pertama melalui tetes itu untuk anak yang baru lahir usia 0 sampai dengan 4 bulan. Kemudian antara umur 4 bulan sampai dengan 9 bulan atau 5 tahun itu selain diberikan tetes juga diberikan suntikan.
Zaini mengimbau kepada seluruh masyarakat kota Pekanbaru yang mempunyai anak 0 sampai dengan 9 bulan untuk segera membawa ke posyandu atau puskesmas yang terdekat mendapatkan vaksinasi polio gratis.
"Apabila polio ini mengenai anak, maka bahaya yang kita takuti bukan hanya bisa lumpuh tetapi juga bisa membawa kematian. Maka dari itu harus kita pastikan bahwa anak kita semuanya sudah mendapatkan vaksinasi polio baik itu tetes maupun suntikannya.
Pria yang kerap disapa dokter Bob ini mengaku sudah melakukan sosialisasi.
"Manfaatkanlah vaksinasi ini untuk kesehatan kita bersama, keluarga kita, anak-anak kita agar menjadi generasi penerus yang berjaya," terangnya.
Dalam kurun seminggu tersebut jika belum tercapai target, sambungnya lagi, petugas akan melakukan sweeping rumah ke rumah untuk memastikan mana yang sudah di vaksin polio atau belum.(ift)