olahraga

Saksi Tragedi Kanjuruhan: Saya Tidak Tahu Apa Masalahnya, Mereka Tiba-tiba Menembakkan Gas Air Mata

Senin, 3 Oktober 2022 | 14:06 WIB
Ilustrasi Kronologi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. (f: ANTARA Foto/Ari Bowo Sucipto/Pikiran-Rakyat.com)

MALANG, RIAUSATU.COM - Doni (43), salah seorang penonton yang selamat dari tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022), membeberkan kesaksiannya. Pristiwa itu sendiri menewaskan ratusan sporter sepakbola.

"Tidak terjadi apa-apa, tidak ada kerusuhan. Saya tidak tahu apa masalahnya, mereka tiba-tiba menembakkan gas air mata. Itu yang mengejutkan saya, tidakkah mereka memikirkan anak-anak, wanita?" kata dia, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Sebagaimana diketahui, dunia sepak bola Indonesia sedang dilanda insiden besar yang memalukan sekaligus memilukan. Bagaimana tidak, ada sedikitnya 174 orang tewas di Stadion Kanjuruhan Malang ketika ribuan penggemar tuan rumah, Arema FC, marah hingga menyerbu lapangan.

Polisi meresponsnya dengan tembakan gas air mata ke arah tribune yang diduga memicu penyerbuan.

"Pukul 02.30 WIB korban tewas 158 orang, pukul 03.30 WIB angkanya naik menjadi 174 orang meninggal. Itu data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim," kata Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, dikutip dari NDTV.

Laporan terbaru menyebut Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 malam tersebut kini telah menyebabkan 187 orang meninggal dunia, hingga menjadi salah satu bencana olahraga paling mematikan di dunia.

Polisi mengatakan mereka mencoba memaksa penggemar untuk kembali ke tribune.

Mereka juga menembakkan gas air mata setelah dua petugas tewas. Banyak dari korban diinjak-injak atau dicekik sampai mati, menurut keterangan polisi.

Para penyintas menggambarkan para penonton yang panik di tengah kerumunan yang penuh sesak saat gas air mata menghujani mereka.

Petugas menembakkan gas air mata, dan secara otomatis orang-orang bergegas keluar, saling mendorong dan menimbulkan banyak korban.

Presiden Joko Widodo memerintahkan penyelidikan atas tragedi itu, peninjauan keamanan terhadap semua pertandingan sepak bola.

Jokowi juga mengarahkan asosiasi sepak bola tanah air untuk menangguhkan semua pertandingan sampai ‘perbaikan’ di aspek keamanan selesai.

“Saya sangat menyayangkan tragedi ini dan saya berharap tragedi sepak bola ini menjadi yang terakhir di negara kita,” kata Jokowi.***

Tags

Terkini

Listrik di Riau Sudah Pulih 100 Persen

Senin, 25 Mei 2026 | 13:45 WIB