Ia menambahkan, upaya restorasi ini tidak hanya mencakup Tesso Nilo, tetapi juga kawasan hutan lainnya seperti Bukit Tiga Puluh dan Zamrud, yang merupakan paru-paru terakhir Provinsi Riau. Pemerintah juga akan memikirkan langkah humanis dan solutif bagi masyarakat yang selama ini bermukim di kawasan konservasi.
Kapolda Riau mengajak semua pihak untuk membangun narasi positif tentang Riau, yang selama ini kerap distigmatisasi sebagai daerah rawan kebakaran hutan.
“Kita bangun kembali marwah Melayu, bahwa tuah hutan ada pada rimbanya, dan tuah manusia ada pada budi baiknya. Budi baik itulah yang kini harus kita tunjukkan dalam menjaga bumi Tuah Negeri,” ucap Irjen Herry
Dengan semangat kolaboratif dan niat tulus, harapan besar itu kini menyala, Tesso Nilo bukan hanya akan kembali hijau, tapi menjadi simbol kebangkitan kesadaran ekologis masyarakat Riau dan Indonesia secara keseluruhan. ***