Selasa, 04 Desember 2012 - 19:21:47 WIB
Pemilukada Inhil 2013; Antara Wardan, Edy, dan Ramli
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Riau - Dibaca: 649 kali


PEKANBARU, RIAUSATU.com - Sejumlah nama besar di tingkat provinsi rame-rame turun gunung untuk ikut bertarung di ajang Pemilukada Inhil 2013. Ada bakal calon bupati berusia sekitar 25 tahun yang ikut mendaftarkan diri, lho! 

 

OH, ternyata jabatan strategis di tingkat provinsi belum merupakan jaminan untuk membuat betah. Dengan dalih klasik seperti karena permintaan masyarakat, karena ingin mengabdi di tanah kelahiran, karena terpanggil tanggung jawab moral memberikan pengabdian yang lebih baik, dan bla… bla…bla… alasan lainnya, jabatan lain pun diincar.

 

Lihatlah, kurang apa dengan jabatan yang disandang HM Wardan, HM Ramli Walid, dan Husni Hasan di tingkat provinsi? Dengan menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Nasioal, sebagai Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (semuanya untuk level provinsi); ketiga orang kepercayaan Gubernur Riau HM Rusli Zainal itu sejatinya tengah menempati posisi sebagai penentu di daerah ini.

Toh apa yang telah mereka peroleh agaknya belum merupakan akhir dari obsesi karier atau jabatan yang mereka inginkan. Begitu kran Pemilukada Inhil (Indragiri Hilir) 2013 dibuka, ketiga sosok itu –ditambah sejumlah peminat lainnya—termasuk dalam daftar orang-orang yang sedang memburu posisi Bupati Inhil periode 2013-2018, dengan mendatangi sejumlah parpol untuk diikutkan sebagai bakal kandidat.

 

Sesuatu yang sah-sah saja, memang. Di alam demokrasi seperti sekarang ini, semua yang memenuhi syarat memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk mengejar jabatan atau posisi yang diinginkan. Tapi yang agaknya perlu menjadi perhatian, seperti diingatkan seorang pengamat politik lokal, jangan sampai keikutsertaan seseorang dalam pemilukada hanya sekadar  mengejar popularitas dan tujuan-tujuan sempit lainnya.

 

“Semua orang pada dasarnya berpotensi menjadi kepala daerah,” katanya. Tapi yang perlu dipertegas adalah komitmen dan visinya dalam membangun daerah. Mengelola aset publik dengan jumlah yang sangat banyak bukan pekerjaan gampang. Makanya, selain dituntut latar belakang pendidikan dengan standar dan kualifikasi tertentu, memiliki komitmen kuat, prasyarat lain yang tidak boleh diabaikan adalah kemampuan merumuskan visi untuk kemudian mengaplikasikannya di lapangan.

 

Terlepas dari masalah itu, sejumlah nama memang telah ambil ancang-ancang untuk maju. HM Wardan yang kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, misalnya, menyatakan ia akan maju kalau masyarakat menginginkannya. Kenapa Wardan mempersyaratkan masyarakat yang terlebih dahulu memintanya untuk maju baru kemudian menyatakan sikap untuk ikut mencalonkan diri, “Karena masyarakatlah nantinya yang akan memilih,” kata Wardan.

 

Untuk memastikan langkahnya menuju ajang Pemilukada Inhil 2013, Wardan pun telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan, seperti mendaftarkan diri ke PDI-P, Partai Gerindra, dan PKB. Apa alasan Wardan mendaftar ke PKB? Menurut Wardan, ia mendaftar ke PKB bukan sesuatu yang sifatnya serta-merta, melainkan setelah melalui pemikiran dan pertimbangan yang mendalam.

 

Nama lain yang masuk bursa kandidat sementara adalah DR H Ramli Walid SE M.Si., yang kini menjabat Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Riau. Ihwal Ramli akan ikut diperjelas dengan kehadirannya saat penjaringan bakal calon Bupati Inhil yang ditaja DPC PKB Inhil, Senin (9/7). Selain ke PKB, Ramli juga mendaftar di Partai Gerindra, yang pendaftarannya di partai itu dilakukan tim suksesnya.

 

Ditanya yang menjadi latar belakang dirinya maju di Pemilukada Inhil, Ramli menjelaskan berdasarkan  pengalaman dan basic keilmuan yang telah ia peroleh, baik di bangku pendidikan dan juga pengalaman di birokrasi. “Tapi yang paling utama adalah keinginan saya memajukan Inhil ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

 

“Saya berharap pendidikan dapat lebih maju lagi, begitu juga perekonomian masyarakat dan infrastruktur yang sangat dibutuhkan Inhil,” tambahnya.

 

Pada bagian lain Ramli menjelaskan, setiap pemimpin  harus memiliki sifat yang amanah yakni dapat dipercaya dengan jabatan yang diberikan kepadanya. Selain juga harus cerdas sehingga dapat memecahkan dan mencarikan solusi atas permasalahan bagi kepentingan yang dipimpinnya dan harus kooperatif. “Artinya mau mendengarkan apa yang disampaikan bawahan, apalagi masyarakat yang dipimpinnya,” tambah Ramli.

 

Dari kalangan birokrat lokal di Inhil sejauh ini yang menyatakan maju adalah H. Edy Syafwannur, yang kini menjabat Kepala BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa) Pemkab Inhil. Setidaknya itu bisa dilihat pada Senin (12/11), saat di mana Edy Syafwannur ikut mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang diselenggarakan para pengurus partai berlambang banteng gemuk bermoncong putih itu.

 

Menurut Edy, keputusannya untuk ikut mendaftar di PDI-P sebagai suatu langkah untuk turut berpartisipasi pada pelaksanaan Pemilukada Inhil pada 2013 mendatang. “Alasan utamanya tidak lain karena kita menilai PDIP mempunyai visi dan semangat yang sama dengan apa yang ingin kita perjuangkan bagi Inhil ke depan. Kesamaan ini jikalau bisa untuk disinergikan, tentunya akan menjadikan suatu kekuatan yang sangat besar,” ujar Edy.

 “Stok lama” yang terkabar akan kembali turun gunung adalah Syamsuddin Uti, yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PD (Partai Demokrat) Inhil. Ihwal Syamsuddin akan maju lagi setidaknya diisyaratkan Demokrat, partai di mana saat ini Syamsuddin bernaung. Koko Iskandar, Sekretaris DPD PD Riau, mengatakan untuk menghadapi Pemilukada Inhil 2013, DPD PD akan mengusung Syamsuddin Uti sebagai bakal calon bupati.

 

Pertimbangannya, menurut Koko, “Yang jelas dia pernah bertarung di 2008 sebagai cabup Inhil dan memperoleh suara terbanyak kedua,” kata Koko.  “Apalagi dia sudah dikenali oleh masyarakat Inhil,” tambahnya. Ditanya apakah hal itu sudah dikomunikasikan dengan DPP Demokrat, “Kalau itu sudahlah, bahkan kita sering komunikasikan Syamsuddin Uti ini ke DPP Demokrat,” jelas Koko.

 

Syamsuddin sendiri dalam suatu kesempatan pernah menyatakan akan ikut lagi dalam ajang Pemilukada Inhil dengan tetap membidik kursi bupati. “Saya akan bertarung lagi sebagai nomor satu,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Inhil ini. Menurut dia, yang mendasarinya maju sebagai bakal calon Bupati Inhil adalah bagi kepentingan masyarakat. Ia akan memfokuskan pembangunan pada bidang infrastruktur berupa jalan dan pedesaan.

 

Kendati sejumlah nama di atas sebagai sosok yang dinilai berpeluang besar untuk memenangkan Pemilukada Inhil 2013, toh tidak menutup pintu bagi nama-nama lainnya untuk masuk ke bursa kandidat sementara. Sejumlah nama baru –bahkan tidak pernah diperkirakan sebelumnya- satu per satu masuk ke dalam bursa kandidat sementara, terutama untuk membidik posisi Bupati Inhil periode 2013-2018.

 

Salah satu di antaranya adalah Abdul Wahid, anggota DPRD Provinsi Riau yang juga menjabat Ketua DPW PKB Riau. “Saya siap untuk maju dalam rangka memperebutkan kursi nomor 1 di Inhil tahun depan,” katanya. Diakui Wahid, kesiapannya maju karena adanya dorongan dan keinginan dari Dewan Syuro PKB Riau. Terutama, jika banyak masyarakat di Kabupaten Inhil yang memintanya untuk maju dalam memperbutkan kursi no 1 Kabupaten Inhil tersebut.

 

Menurut Wahid, saat ini Kabupaten Inhil butuh pemimpin yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih maju. Juga, butuh pemimpin yang mampu menyejahterakan seluruh masyarakat di Kabupaten Inhil. “Karena saya melihat, potensi SDA-nya Inhil itu sangat luar biasa untuk lebih dikembangkan,” ujarnya.

 

Di internal PKB, ternyata tidak hanya Wahid yang berkeinginan maju dengan target membidik kursi Bupati Inhil periode 2013-2018. Ketua DPC PKB Inhil,  Dani M. Nursalam, juga menyatakan keinginannya untuk maju dan siap bertarung dengan Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid, dalam penjaringan sebagai bakal calon bupati melalui perahu PKB.  “Selaku kader, siapa saja berhak mendapatkan kesempatan  diusung PKB,” kata Dani.

 “Siapapun balon yang mendapat dukungan PKB masih tergantung dari hasil konvensi PKB Inhil. Oleh Karena itu, selaku kader partai mendukung penuh hasil keputusan yang akan diambil  PKB terhadap balon yang layak diusung dan mendapat dukungan partai,” kata Dani. “Kita serahkan pada mekanisme partai, karena dengan berbagai pertimbangan tentunya akan diketahui siapa balon yang siap dan layak  diusung PKB,” imbuhnya.

 

Di luar Wahid dan Dani, ada nama lain yang cukup mengagetkan, yaitu Andi Darma. Pemuda  25 tahun ini ikut mendaftar di PDI-P Inhil pada hari ketiga pendaftaran, Rabu (7/11). Andi mendaftar untuk posisi bakal calon bupati, dan setakat ini merupakan bakal calon bupati termuda.

 

Apa yang mendasari Andi untuk ikut maju bertarung?  “Sudah saatnya pemuda menunjukkan eksistensinya untuk melakukan perubahan bagi Inhil,” katanya.  “Berangkat dari semangat Anak Parit, maka dengan semangat ini pula para orang-orang parit mendorong saya maju sebagai bakal calon Bupati Inhil,” sebut dosen Stikes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Istara Nusantara Jakarta ini.

 

Informasi dri KPUD Inhil, seperti dijelaskan ketuanya, Joni Suhaidi, kemungkinan Pemilukada Inhil bersamaan dengan Pilgub (Pemilihan Gubernur) Riau pada September tahun depan. Diakui Joni, pihaknya sedang melakukan sejumlah persiapan, termasuk penyusunan anggaran yang akan diusulkan dalam pembahasan APBD Inhil 2013. Bertambahnya jumlah kelurahan/desa di Inhil menjadi 236, menurut Joni, berpengaruh terhadap penambahan anggaran. (Lebih lengkap, sila baca Tabloid Riau Satu No, 136, Edisi 3 - 9 Desember 2012)

 

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)