Selasa, 20 / November / 2018
Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio Hasilkan 40.000 Liter Air Bersih

| OTONOMI
Sabtu, 05 Desember 2015 - 15:45:45 WIB
KAMPAR, RIAUSATU.COM-Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio, Kabupaten Kampar, Riau, menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar karena hingga kini masih terus menghasilkan 40.000 air bersih untuk kebutuhan hidup.

''Dan kemarin, hutan larangan itu menjadi pusat Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tingkat Kabupaten Kampar tahun 2015,'' kata Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan  Kampar M Syukur kepada pers, Kamis (3/12), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Ia mengatakan, saat ini Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio luasnya lebih kurang 530 hektare. Sejauh ini masih tetap menjadi salah satu bentuk kearifan lokal dari masyarakat adat di Kenegerian Rumbio dalam rangka menjaga dan melestarikan hutan dan lingkungan hidup.

Kadis mengatakan, kehadiran hutan adat ini telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya adalah tersedianya air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tempatan maupun masyarakat luar.

''Setiap harinya lebih kurang 40.000 liter air bersih yang diambil dan diangkut untuk dimanfaatkan keluar lokasi hutan adat seperti ke daerah Bangkinang, Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Rohul bahkan sampai ke Kabupaten Kuansing dan Bengkalis,'' kata dia.

Yang lebih luar biasa lagi, kata Syukur saat musim kemarau tiba daerah ini tidak terkena dampaknya karena sumber mata air di Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio tidak pernah kering.

''Airnya sangat jernih tidak ubahnya seperti air mineral dalam kemasan sehingga kebanyakan masyarakat yang meminumnya tanpa dimasak dan layak diminum,'' kata  Syukur.

Bukan itu saja, lanjut dia, keberadaan air tersebut juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengairi kolam ikan yang berada di sekitar Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio ini.

Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kehutanan kata dia telah melakukan upaya untuk meningkatkan potensi Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio dengan berbagai kegiatan pembangunan di antaranya pembuatan jalan sepanjang lebih kurang 1.200 meter, pembuatan papan nama pohon lebih kurang 500 jenis pohon, serta penanaman rotan lebih kurang 50 hektare.

Dinas Kahutanan Kabupaten Kampar juga mengikut sertakan peran perusahaan swasta dalam rangka memelihara untuk meningkatkan potensi hutan adat ini, khususnya PT Riau Anndalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan salah satu perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berada di Kampar. "Perusahaan ini telah membangun gerbang masuk lokasi Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio ini," katanya.

Ia katakan, pihaknya mengharapkan perusahaan-perusahaan lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam rangka melestarikan dan meningkatkan potensi hutan adat yang menjadi sumber kehidupan manusia.

Pada kesempatan tersebut M Syukur juga mengucapkan terimakasih kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Pelopor Sehati yang telah memberikan kontribusi terhadap keberadaan Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio serta LSM lainnya yang telah bersama-sama menjaga kelestarian hutan ini sehinga sampai saat ini masih tetapi lestari.

Dalam rangka HMPI tahun ini, Dinas Kehutanan Kampar juga telah melaksnakan penanaman di Kecamatan Tapung. ''Jadi kita juga mengharapkan peran serta para seluruh kecamatan bisa untuk menanam, memelihara serta merawat dalam rangak mensukseskan Program HPMI ini,'' kata dia.

Syukur juga menjelaskan bahwa sampai saat ini Dinas Kehutanan Kampar telah mendistribusikan bibit pohon kepada masyarakat yang memerlukannya, kemudian juga disebarkan ke sekolah-sekolah yang ada di Kampar untuk mendukung program Adiwiyata dengan jumlah lebih kurang 250.000 batang. ''Tanggung jawab pemeliharaan oleh masing pemohon atau pengguna bibit,'' katanya. (dri)


DIBACA : 2064 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Minggu, 22 November 2015 - 12:38:32 WIB
Memalukan! Massa HMI Makassar Makan Tak Bayar Malah Main Ancam di RM Umega
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:26:15 WIB
Wuuih, Germo DN Pamer Cewek Cantik dan Seksi di Media Sosial
Minggu, 13 September 2015 - 20:27:52 WIB
Malang Nian Nasib Warga Pekanbaru
Gawat! Saat Bencana Asap, Besok PLN Matikan Lampu
Jumat, 28 Agustus 2015 - 21:21:45 WIB
Protes Enam Tersangka Lain Bebas Berkeliaran
Korupsi Dana Bansos Bengkalis, Jamal Minta Polisi Tahan Herliyan Saleh Dkk
Minggu, 17 Januari 2016 - 21:57:49 WIB
Juga Gratiskan BBNKB
Pemprov Riau Rencanakan Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Minggu, 20 Maret 2016 - 16:08:36 WIB
Harga Gambir Melonjak 2 Kali Lipat Lebih, Petani Sumringah
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Senin, 01 Februari 2016 - 08:42:09 WIB
Ssstt... Ini Dia Foto Pesta Bawah Tanah Gila-gilaan Pangeran Arab
Sabtu, 10 Oktober 2015 - 14:47:08 WIB
Kisah 'Anak-anak Asuh' Germo DN yang Bergelimang Kemewahan
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Jumat, 09 Oktober 2015 - 21:29:07 WIB
Jokowi ke Kampar, Aksi ''Tangkap Jefry Noer'' Ricuh, Pendemo Pingsan Dipukuli
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Minggu, 25 Oktober 2015 - 19:21:28 WIB
Tabrakan Beruntun di Jalan Dumai-Duri, 3 Tewas di Tempat
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved