Senin, 22 / Juli / 2019
Kembali ke Fitrah

| JENDELA
Rabu, 06 Juli 2016 - 20:41:30 WIB
SEMUANYA masih sangat jelas membayang dan terngiang: lantunan suara takbir dan tahmid yang menggema di mana-mana, orang-orang yang berbondong-bondong mendatangi masjid atau rumah peribadatan umat Islam lainnya, atau umat muslim yang saling kunjung-mengunjungi antarkerabat, teman, relasi, dan lainnya.

Itu tahun lalu, tepatnya pada 1436 dalam penanggalan Hijriyah. Kini, momen itu datang lagi, yaitu di saat umat Islam di seluruh penjuru dunia sama-sama menunggu datangnya Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, yang oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama ditetapkan jatuh Rabu (6/7/2016) ini.

Hari Raya Idul Fitri, yang merupakan ''hari kemenangan'' setelah sebulan penuh berperang melawan hawa nafsu, sangatlah tidak pada tempatnya dimaknai secara dangkal: berbondong-bondong  mudik ke kampung halaman masing-masing hanya untuk sekadar pamer aneka keberhasilan yang telah dicapai, membeli aneka barang yang serba baru hanya untuk memperlihatkan kepada orang  lain bahwa kita lebih dari mereka, dan lainnya.

Terdapat begitu banyak makna substansial dari momen yang datang setiap tahun dalam penanggalan Hijriyah itu. Selain sebagai wahana evaluasi tentang kualitas ibadah dalam konteks hablul minallah, yang juga tidak kalah pentingnya dalam kerangka hubungan antarsesama manusia (hablul minannas) adalah mempertautkan kembali tali  silaturahmi yang mungkin sudah merenggang atau terputus selama ini.

Melalui saling maaf-memaafkan, yang didasari dengan niat yang tulus dan ikhlas tanpa reserve, diharapkan akan melahirkan ''manusia-manusia baru'' yang tidak saja memiliki kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT yang teruji, tapi juga mendapat penerimaan yang sangat luas dari semua elemen masyarakat.

Inilah antara lain dasar berpikirnya: manusia, siapa pun dia dan dari kalangan mana pun asalnya, adalah tempat bermuara dan bersarangnya kesalahan dan kekeliruan, kealpaan, dan kekhilafan. Hampir tiada hari yang dilalui manusia tanpa berbuat salah dan dosa, disengaja atau pun tidak. Baik kesalahan terhadap sesama, ataupon dosa terhadap Sang Pencipta.
   
Dalam dinamika perjalanan kehidupan dalam upaya mencari nafkah, satu misal, bukan tidak mungkin ada perbuatan atau tingkah polah kita yang membuat orang lain kurang bisa menerima. Atau bisa juga ada langkah kita yang membuat orang lain merugi, baik secara materi-finansial atau psikis.

Kesalahan pada sesama manusia, merujuk ajaran Agama Islam, sekecil apapun tetap akan menuntut pertanggungjawaban. Dan menurut ajaran agama pula, cara menghapus kesalahan terhadap sesama manusia adalah dengan meminta maaf secara langsung ke pihak yang merasa dirugikan.

Maka, Rabu (6/7/216), manakala tahlil dan tahmid kembali berkumandang yang menandai datangnya Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, saatnya kita merendahkan hati dan mensucikan jiwa untuk meminta maaf kepada pihak lain di satu sisi, dan menerima permintaan maaf dari pihak lain pula pada sisi berbeda.

Sebab, inilah sebenarnya ''manusia yang agung'', yaitu manusia yang dengan kebesaran hati dan kelapangan jiwa mengakui kesalahan yang pernah ia perbuat, dan dengan didasari niat yang tulus dan ikhlas meminta maaf atas hal itu.

''Keagungan'' itu kian mendapat nilai tambah manakala dengan didasari niat yang tulus dan ikhlas, ia juga menerima permintaan maaf dari pihak lain yang merasa pernah berbuat kekeliruan terhadapnya. Dengan itu, di atas fondasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, mungkin substansi dari ibadah puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri bisa dicapai, yaitu kita sebagai umat manusia ke fitrah. ***

DIBACA : 1781 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Sabtu, 16 Juli 2016 - 17:06:21 WIB
Suku Bunga Lebih Murah, BRI Tawarkan Program BRIguna untuk PNS
Kamis, 06 Agustus 2015 - 20:41:49 WIB
Selama jadi Bupati Inhu, Yopi Arianto Sering Bermasalah dengan Hukum
Kamis, 30 Juli 2015 - 16:43:26 WIB
Biadab! Gara-gara Berita soal Moral, Bupati Inhu Tampar Wartawan Senior
Selasa, 04 Agustus 2015 - 12:10:29 WIB
Ini Sosok Sopir Gojek Cantik yang Hebohkan Netizen
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:38:50 WIB
Advertorial
Bupati Wardan Minta Pejabat yang Tak Mampu Bekerja untuk Mundur
Senin, 06 Agustus 2018 - 11:07:55 WIB
2 Jemaah Haji Indonesia Dirujuk ke RS Khusus Jantung di Mekah
Senin, 06 Agustus 2018 - 10:50:51 WIB
Advertorial
Suplay Air Macet, Ini Penjelasan Direktur PDAM Tirta Indragiri ke Bupati Wardan
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:45:19 WIB
Sidik Jari Bermasalah, Calhaj Tertunda Keberangkatannya ke Mekah
Senin, 06 Agustus 2018 - 06:21:14 WIB
Gempa Lombok, Tsunami Kecil Terjadi di Pantai
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:48:20 WIB
Diberitakan Bersedia Jadi Cawapres, Ini Kata UAS
Jumat, 03 Agustus 2018 - 11:47:46 WIB
Untuk Satu Hal Ini, Bernardeschi Ingin seperti Ronaldo
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:27:47 WIB
Geliat #SomadEffect Jelang Pilpres 2019
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 10:37:54 WIB
Mahrez Siap Tampil, De Bruyne dan Sterling Absen
Sabtu, 04 Agustus 2018 - 15:50:46 WIB
Turnamen Catur Tiongkok Resmi Dibuka
Senin, 06 Agustus 2018 - 13:58:53 WIB
Inilah Kronologi dan Penyebab Gempa 7 SR
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved